News

Kasus Sadikin Aksa, Bareskrim Polri Bakal Kembali Periksa Saksi

Rusdi mengatakan, penyidik akan kembali periksa Sadikin Aksa yang merupakan keponakan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.


Kasus Sadikin Aksa, Bareskrim Polri Bakal Kembali Periksa Saksi
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono (AKURAT.CO/Yudi Permana)

AKURAT.CO, Tim penyidik Bareskrim Polri akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dalam kasus dugaan tindak pidana jasa keuangan di Bank Bukopin yang menjerat tersangka mantan Direktur Utama (Dirut) PT Bosowa Corporindo, Sadikin Aksa. 

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono enggan menjelaskan secara detail identitas para saksi yang akan diperiksa penyidik. 

"Penyidik akan lakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diyakini penyidik akan memperjelas kasus tersebut," kata Rusdi di Gedung Humas Polri, Jakarta, Senin (22/3/2021). 

Selain itu, Rusdi mengatakan, penyidik akan kembali periksa Sadikin Aksa yang merupakan keponakan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla jika keterangannya dibutuhkan.

"Apabila dibutuhkan, penyidik akan melakukan hal-hal seperti itu," tegasnya. 

Sadikin Aksa telah memenuhi panggilan kedua penyidik Bareskrim Polri untuk dimintai keterangannya sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana jasa keuangan pada Kamis (18/3).

Sadikin Aksa menjalani pemeriksaan selama 10 jam dan menjawab 53 pertanyaan seputar kasus yang dihadapinya oleh penyidik Bareskrim Polri.

Keponakan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kallah itu ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana sektor jasa keuangan pada Rabu (10/2).

Mantan Direktur Utama PT Bosowa Corporindo diduga dengan sengaja mengabaikan dan atau tidak melaksanakan perintah tertulis dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Diketahui sejak bulan Mei 2018, PT Bank Bukopin, Tbk. telah ditetapkan sebagai Bank dalam pengawasan intensif oleh OJK karena permasalahan tekanan likuiditas. Kondisi tersebut semakin memburuk sejak bulan Januari hingga Juli 2020.

Dalam rangka upaya penyelamatan Bank Bukopin, OJK mengeluarkan kebijakan diantaranya memberikan Perintah tertulis kepada Dirut PT Bosowa Corporindo atas nama Sadikin Aksa melalui surat OJK nomor : SR-28/D.03/2020 tanggal 9 Juli 2020.

Surat itu berisikan tentang perintah tertulis pemberian kuasa khusus kepada Tim Technical Assistance (Tim TA) dari PT BRI untuk dapat menghadiri dan menggunakan hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Bukopin Tbk dengan batas waktu pemberian kuasa dan penyampaian laporan pemberian surat kuasa kepada OJK paling lambat 31 Juli 2020.

"Akan tetapi PT Bosowa Corporindo tidak melaksanakan perintah tertulis tersebut," ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Brigjen Pol Helmy Santika.

Dalan penyelidikan, ditemukan fakta bahwa setelah surat dari OJK diterbitkan pada 9 Juli 2020, Sadikin Aksa mengundurkan diri sebagai Dirut Bosowa Corporindo pada 23 Juli 2020.

Pada tanggal 24 Juli 2020, Sadikin Aksa masih aktif dalam kegiatan bersama para pemegang saham bank Bukopin maupun pertemuan dengan OJK pada tanggal 24 Juli 2020.

"Namun tidak menginformasikan soal pengunduran dirinya sebagai Dirut PT Bosowa Corporindo," jelas Helmy.

Sadikin Aksa pada 27 Juli 2020 juga mengirimkan foto Surat Kuasa melalui aplikasi whatsaap kepada Dirut Bank Bukopin dengan mencantumkan jabatannya sebagai Dirut PT Bosowa Corporindo.

Atas perbuatannya, SA disangka melanggar Pasal 54 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat dua tahun dan denda paling sedikit Rp5 miliar atau pidana penjara paling lama enam tahun dan pidana denda paling banyak Rp15 miliar.[]