News

Kasus Rapid Antigen Bekas, Menko PMK Soroti Manajemen dan Pengawasan Limbah Medis

Menko PMK Muhadjir Effendy kembali menyoroti kasus penyalahgunaan rapid test antigen bekas oleh oknum petugas medis di Bandara Kualanamu


Kasus Rapid Antigen Bekas, Menko PMK Soroti Manajemen dan Pengawasan Limbah Medis
Menteri Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy (kanan) dan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini (kiri) di Istana Negara usai mengikuti rapat kabinet terbatas. (Istimewa)

AKURAT.CO  Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy kembali menyoroti kasus penyalahgunaan alat rapid test antigen bekas oleh oknum petugas medis di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. Dia mengatakan, peristiwa ditu memunculkan perhatian soal limbah medis. 

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, dia mengatakan, pemerintah akan memperketat manajemen pengawasan limbah medis dalam pelaksanaan rapid test antigen.

"Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah manajemen limbah. Harus ditegakkan dengan ketat sehingga jangan sampai ada limbah medis yang didaur ulang untuk tujuan yang tidak baik," katanya dalam keterangannya, Minggu (2/5/2021). 

Muhadjir mengatakan, masalah limbah medis itu harus mendapat perhatian serius. Dia berharap, nantinya setiap fasilitas kesehatan yang melayani rapid test antigen untuk membuang atau memusnahkan limbah medis sesuai prosedur yang ditetapkan.

"Harus dipastikan bahwa semua limbah medis harus betul-betul diamankan atau dibuang atau dihancurkan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang telah ditetapkan. Tidak boleh ada limbah medis yang masih berkeliaran apalagi kemudian digunakan ulang," ujarnya. 

Dia kembali menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi bagi oknum yang melakukan kegiatan mendaur ulang limbah medis "Ini satu hal yang tidak bisa ditoleransi. Jadi manajemen limbah medisnya yang akan kita perhatikan," kata Mantan Mendikbud itu.[]

Erizky Bagus

https://akurat.co