News

Kasus Peredaran Narkoba Lintas Provinsi, 6 Kurirnya Masih Buron

Polda Metro Jaya telah berhasil mengungkap peredaran narkoba lintas provinsi Aceh, Medan, dan Jakarta. Enam orang pengedar narkoba buron.


Kasus Peredaran Narkoba Lintas Provinsi, 6 Kurirnya Masih Buron
Sejumlah barang bukti narkoba jenis ganja diamankan di Polda Metro Jaya (AKURAT.CO/Zendy Pradana)

AKURAT.CO Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya telah berhasil mengungkap peredaran narkoba lintas provinsi Aceh, Medan, dan Jakarta. Enam orang pengedar narkoba masih buron saat ini.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, keenam orang yang jadi buronan itu membawa paket sebesar 1 kilogram ganja.

"Ada enam orang yang DPO, masih kami kejar karena enam orang tersebut membawa paket sebesar 1 kilogram ganja, dijual Rp5 juta apabila sudah di Jakarta," katanya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (18/10/2021).

Selain enam orang yang masih DPO, polisi sebelumnya sudah berhasil mengamankan 12 orang tersangka. Di antaranya adalah RH, AF alias N, A alias B, IT, MA alias A, AK, B, MH, IU, R, E, dan H.

Tersangka diamankan di lokasi yang berbeda-beda. RH dan AF alias N diamankan di daerah Ciputat Timur, Tangerang dengan barang bukti 58,37 gram ganja atau 58 paket.

Kemudian tersangka A alias B, IT, dan MA alias A diamankan di wilayah Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat dengan barang bukti 112 kilogram lebih ganja.

Dari pengembangan tersangka tersebut kembali diamankan empat orang di wilayah Aceh. AK sebagai penjual, B perantara jual beli, IU sopir mobil elf 300, dan MH kernet mobil pembawa ganja tersebut. Dari tersangka tersebut polisi mengamankan hampir 600 kilogram ganja.

Kemudian setelah itu diamankan kembali tiga orang tersangka di Sumatera yakni, R yang mengawal ganja tersebut, E juga pengawal ganja tersebut, dan H sopir mobil ganja tersebut dengan barang bukti hampir 600 kilogram juga.

Selain itu, Yusri mengatakan, tersangka pengedaran ganja lintas provinsi juga merupakan seorang residivis kasus narkoba sebelumnya.