Ekonomi

Kasus Penimbunan Gula di Jatim, Kejahatan Pangan Serius

Penimbunan di masa pandemi termasuk kejahatan pangan.


Kasus Penimbunan Gula di Jatim, Kejahatan Pangan Serius
Ilustrasi : produksi gula (asosiasigulaindonesia.org)

AKURAT.CO  Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Dr Hamdan Zoelva mendukung satgas pangan Jawa Timur untuk memeriksa PT Kebun Tebu Mas (PT KTM), Lamongan, Jawa Timur, terkait dugaan penimbunan gula.

Hamdan juga mendorong satgas untuk menyelidiki motif sejumlah orang yang membangun isu kelangkaan gula yang mengakibatkan ribuan UKM di Jatim terancam bangkrut.

Menurut Hamdan, penimbunan di masa pandemi termasuk kejahatan pangan.

“Ini kejahatan serius yang harus dipidana. Bayangkan dalam kondisi pandemi, orang kesusahan kok ada pihak yang tega menimbun agar terjadi kenaikan harga,” ujarnya dalam keterangan resminya, Selasa (4/5/2021).

Menurut Hamdan, sanksi untuk penimbunan pangan diatur dalam dua undang-undang, yakni Undang-undang pangan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 dan Undang-undang Perdagangan Nomor 7 tahun 2014.

Kedua undang-undang tersebut memuat sanksi pidana. Pasal 29 ayat 1 Undang-undang Perdagangan menyebutkan sanksi pidana penjara paling lama lima tahun dan denda maksimal Rp 50 miliar. Sedangkan pasal 133 UU Pangan yang baru mengancam setiap orang yang melakukan penimbunan makanan 7 tahun penjara atau denda maksimal 100 miliar rupiah.

Satgas pangan masih punya waktu untuk memutuskan sanksi dapat dijatuhkan. Menurut Hamdan, selain pidana, terbuka peluang untuk menjatuhkan sanksi administratif, yakni pencabutan ijin terhadap perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran.

Sebelumnya, Satgas Pangan Jawa Timur melakukan sidak ke PT KTM, di Lamongan Jawa Timur (29/4/2021).

Tim Satgas Pangan Polda Jatim AKBP Suryono mengatakan, sidak ini dilakukan untuk mengecek persediaan gula kristal rafinasi, menyusul maraknya pemberitaan di media massa jika terjadi kelangkaan gula rafinasi di Jatim.

Denny Iswanto

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu