News

Kasus Pengeroyokan Tewaskan Pria di Yogyakarta, Polisi Tangkap 10 Pelaku

Dua di antaranya 10 tersangka harus dilumpuhkan karena mencoba melawan.


Kasus Pengeroyokan Tewaskan Pria di Yogyakarta, Polisi Tangkap 10 Pelaku
Para tersangka saat digiring ke Mapolresta Yogyakarta, Selasa (8/6/2021). (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Jajaran Polresta Yogyakarta akhirnya mengungkap kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan Diki Wijayako (22), warga Mantrijeron, Kota Yogyakarta, di Kampung Gampingan, Pakuncen, Wirobrajan, Kamis (3/6/2021) lalu. Sepuluh orang tersangka diamankan.

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riko Sanjaya mengatakan, kesepuluh orang ini diamankan di waktu dan lokasi berbeda. Dua di antaranya harus dilumpuhkan karena mencoba melawan.

Keduanya adalah T alias Tebo dan BAS alias Ndobleh. Masing-masing diamankan di Jetis, Kota Yogyakarta dan Godean, Sleman, pada 4 dan 5 Juni 2021.

"Keduanya dilumpuhkan karena melawan waktu kami tangkap," kata Riko saat sesi jumpa pers di Mapolresta Yogyakarta, Selasa (8/6/2021).

Usai penangkapan terhadap keduanya, sisa pelaku yakni MNS alias Joko, SYT alias Pace, SHBS alias Si Y, PIS alias Ican, BL alias Ujang dan CPJ alias Pintot, satu demi satu menyerahkan diri setelah sekian waktu bersembunyi dari kejaran polisi.

Termasuk setelahnya dua tersangka utama, yaitu KAR alias Kholis dan SI alias Gonteng. Mereka sebelumnya sempat kabur ke Jakarta.

Kata Riko, dugaannya karena perbuatan mereka korban Diki meregang nyawa. Keduanya melakukan penusukan memakai pisau lipat dan pisau dapur ke arah Diki.

Tersangka Kholis, menyayatkan pisau lipat ke tangan dan menusuk tubuh korban pada bagian perut samping kiri sebanyak satu kali. Selain itu juga ke arah punggung sebanyak tiga kali.

Sementara Gonteng dengan pisau dapurnya menusuk tubuh korban bagian belakang hingga membuatnya tersungkur. Sehingga menjadikannya sasaran empuk bagi pelaku lainnya yang melakukan tindak penganiayaan menggunakan tangan kosong, batu, botol kaca, bilah bambu, serta stik kayu.

"Korban meninggal dunia di tempat. Sudah diautopsi, hasilnya belum keluar secara resmi. Tapi, dari penyampaian awal penyebab meninggalnya korban karena tusukan mengenai paru-paru," papar Riko.

Riko pun memastikan bahwa para tersangka saat melancarkan aksinya tidak dalam pengaruh minuman keras maupun obat-obatan terlarang. Mereka semuanya sadar dan bahkan telah merencanakannya sebelum bertemu korban.

Kasus Pengeroyokan Tewaskan Pria di Yogyakarta, Polisi Tangkap 10 Pelaku - Foto 1
AKURAT.CO/Kumoro Damarjati

Lebih jauh, Riko mengungkap jika kasus ini sebenarnya bermula dari perselisihan antara tersangka Gonteng dan saksi yang merupakan rekan korban bernama Tofa. Keduanya sempat bertikai di daerah Tirtonirmolo Kasihan Bantul, malam sebelum kejadian.

"Masalahnya bermula saat tersangka menegur anak saksi, sempat ribut," ucap Riko.

Pada saat itu, Tofa meminta korban untuk menengahi permasalahannya. Nahas, para tersangka tanpa sepengetahuan keduanya malah memilih memperpanjang persoalan ini. 

"Malamnya (Kamis dini hari) ingin diselesaikan, ternyata malah terjadi peristiwa itu. Padahal, korban hanya berniat menengahi masalah," jelas Riko.

Para tersangka kini harus menanggung perbuatannya. Mereka dikenakan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara, serta Pasal 170 ayat (2) KUHP yang ancaman hukumannya 12 tahun kurungan. 

"Mereka dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, atau secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang di muka umum yang menyebabkan matinya seseorang," cetus Riko.[]