News

Kasus Penganiayaan M Kace, Napoleon Bonaparte Dituntut Satu Tahun Penjara

Napoleon dinilai terbukti bersama-sama melakukan penganiayaan terhadap narapidana kasus penistaan agama, Muhammad Kace. 

Kasus Penganiayaan M Kace, Napoleon Bonaparte Dituntut Satu Tahun Penjara
Napoleon Bonaparte (AKURAT.CO/Anisha Aprilia)

AKURAT.CO, Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) Polri Irjen Napoleon Bonaparte dituntut satu tahun pidana penjara. 

Napoleon dinilai terbukti bersama-sama melakukan penganiayaan terhadap narapidana kasus penistaan agama, Muhammad Kace. 

"Menuntut majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini agar menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Irjen Pol Napoleon Bonaparte dengan pidana penjara selama satu tahun," ujar jaksa di Pengadilan Negeri PN Jakarta Selatan, Kamis (11/8/2022). 

baca juga:

Terdapat sejumlah pertimbangan dalam tuntutannya tersebut. Hal yang memberatkan perbuatannya yakni telah membuat Kace mengalami luka-luka. Selain itu Napoleon sendiri saat ini juga tengah menjalani hukuman.

"Hal meringankan terdakwa bersikap kooperatif, antara terdakwa dan korban sudah saling memaafkan," kata Jaksa. 

Napoleon menghormati tuntutan yang diberikan Jaksa kepadanya. Meski begitu, ia akan tetap menyampaikan sejumlah pembelaan di hadapan majelis hakim. 

"Kita sama-sama menghormati proses ini, nanti akhirnya menjadi penilaian tuntas dari majelis hakim. Gak ada masalah buat saya itu," ujar Napoleon. 

Sebagai informasi, Napoleon disebut telah melakukan penganiayaan terhadap terpidana kasus penistaan agama Muhammad Kace. Ia dan Kace diketahui saat itu mendekam bersama di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri.

Napoleon melancarkan aksinya bersama dengan sejumlah orang lainnya. Mereka adalah Dedy Wahyudi, Djafar Hamzah, Himawan Prasetyo, dan Harmeniko alias Choky alias Pak RT. 

Dalam kasus tersebut, korban disebut mengalami pemukulan hingga dilumuri kotoran manusia.

Atas perbuatannya Napoleon dijerat Pasal 170 ayat 2 ke-1 KUHP atau Pasal 170 ayat 1 KUHP atau Pasal 351 ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.[]