News

Kasus Pembunuhan Presiden Haiti Makin Misterius, Kepala Jaksa Dipecat usai Tuduh Perdana Menteri

PM Ariel Henry dua kali menelepon tersangka utama yang sedang berada di TKP saat Jovenel Moise dibunuh.


Kasus Pembunuhan Presiden Haiti Makin Misterius, Kepala Jaksa Dipecat usai Tuduh Perdana Menteri
Ariel Henry (tengah) ditunjuk sebagai perdana menteri Haiti sesaat sebelum Presiden Jovenel Moise dibunuh. (Foto: Associated Press) ()

AKURAT.CO Seorang kepala jaksa Haiti dicopot dari jabatannya pada Selasa (14/9) hanya beberapa jam setelah ia meminta hakim untuk mendakwa Perdana Menteri Ariel Henry dalam kasus pembunuhan Presiden Jovenel Moise. Ia juga melarang Henry meninggalkan Haiti. Penggantinya pun langsung dilantik di hari itu juga.

Dilansir dari Associated Press, jaksa Port-au-Prince, Bed-Ford Claude, meminta perdana menteri datang menemuinya untuk menjelaskan mengapa ia berbicara 2 kali dengan tersangka utama beberapa jam setelah pembunuhan.

"Ada cukup elemen pendukung untuk menuntut Henry dan mengajukan dakwaan langsung," tulis Claude sebelum digantikan oleh Frantz Louis Juste.

baca juga:

Tidak jelas apakah pemecatan Claude akan berdampak pada kasus ini. Namun, menurut seorang analis, proses penyelidikan ada di tangan hakim. Selain itu, tidak jelas apakah Claude resmi dicopot sebelum ia mengajukan permintaan kepada hakim.

Menurut surat tertanggal Senin (13/9) yang diperoleh Associated Press, Henry memberi tahu Claude bahwa ia dipecat karena 'kesalahan administratif serius' yang tidak didefinisikan. Surat ini juga menyatakan bahwa keputusan tersebut berlaku begitu Claude menerima dokumen itu.

Claude mengatakan Henry menelepon tersangka utama, Joseph Badio, pada 7 Juli pukul 04.03 dan 04.20 waktu setempat. Padahal, pada jam tersebut, Badio terbukti sedang berada di sekitar rumah Moise. Badio juga pernah bekerja untuk Kementerian Kehakiman Haiti dan di unit antikorupsi pemerintah sampai ia dipecat pada bulan Mei karena tuduhan melanggar aturan etika yang tak disebutkan.

Dalam dokumen 2 halaman itu, Claude mengungkapkan bahwa panggilan telepon itu berlangsung selama 7 menit. Pada saat itu, Henry berada di Hotel Montana, Port-au-Prince. Jaksa juga mencatat seorang pejabat pemerintah mengunggah twit bulan lalu bahwa Henry melarangnya berbicara dengan Badio.

Sebelum Claude dipecat, tepatnya pada Senin (13/9), Menteri Kehakiman Rockfeller Vincent memerintahkan Kepolisian Nasional Haiti untuk meningkatkan keamanan bagi jaksa tersebut. Pasalnya, Claude telah menerima ancaman serius dan mengganggu dalam 5 hari terakhir.

Sementara itu, penasihat Institut Keadilan dan Demokrasi di Haiti, Brian Concannon, pesimis terhadap kemajuan kasus ini, meski telah ditunjuk jaksa baru.

"Sebagian besar dalam kasus ini adalah panggung sandiwara," ungkapnya.

Menurut Concannon, nasib kasus pembunuhan ini kini berada di tangan Hakim Garry Orelien. Ia boleh memutuskan akan melanjutkan penyelidikan terhadap Henry, meski jaksa baru meminta sebaliknya. Hakim pun punya waktu 3 bulan untuk menentukan tindakannya.

Seorang pakar politik Haiti di Universitas Virginia, Robert Fatton, yakin ada perebutan kekuasaan di dalam pemerintahan antara Henry dan mereka yang mendukung Moise.

"Situasinya sangat membingungkan. Ada perebutan kekuasaan saat ini dan kita akan melihat siapa yang akan memenangkannya. Tidak jelas ke mana arahnya, begitu juga bagaimana pendapat komunitas internasional tentang ini," komentarnya.

Moise telah menunjuk Henry sebagai perdana menteri sesaat sebelum ia dibunuh di rumahnya dalam serangan yang juga melukai istrinya, Martine Moise. Lebih dari 40 tersangka telah ditangkap, termasuk 18 mantan tentara Kolombia. Otoritas pun masih memburu tersangka tambahan, termasuk Badio dan mantan senator Haiti.

Baca Juga: Presiden Haiti Jovenel Moise Dibunuh di Kediamannya, Ibu Negara Terkena Luka Tembak

Sementara itu, panitera pengadilan disembunyikan setelah menerima ancaman pembunuhan jika mereka tidak mengubah nama dan pernyataan tertentu dalam laporan mereka. Seorang hakim yang ditugaskan untuk mengawasi penyelidikan pun mengundurkan diri bulan lalu karena alasan pribadi. Ia mundur setelah salah satu asistennya meninggal secara misterius.[]