News

Kasus Pembunuhan Brigadir J, Arsul Singgung Pejabat yang 'Garap' Porsi Bareskrim Polri

Arsul menyindir pejabat negara yang terkesan mengambil porsi polisi dalam mengeluarkan pernyataan ihwal penetapan tersangka dugaan pembunuhan Brigadir J.

Kasus Pembunuhan Brigadir J, Arsul Singgung Pejabat yang 'Garap' Porsi Bareskrim Polri
Anggota Komisi III DPR RI F-PPP Arsul Sani saat menjadi pembicara dalam diskusi Dialektika Demokrasi di Media Center, Nusantara III, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (20/7/2022). Dalam diskusi ini membahas tema (Sopian)

AKURAT.CO, Anggota Komisi III DPR Arsul Sani menyindir pejabat negara yang terkesan mengambil porsi polisi dalam mengeluarkan pernyataan ihwal penetapan tersangka dugaan pembunuhan Novriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Arsul tidak menyebutkan identitas pejabat yang dimaksudnya. 

"Kami di DPR menghindari memang untuk offside, misalnya yang berwenang mengumumkan tersangka itu kan Bareskrim Polri, jangan juga ada pejabat lain yang menyampaikan ada tersangka ketiga. Itu kan porsinya Bareskrim Polri," kata Arsul di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Selasa (9/8/2022). 

baca juga:

Pernyataan itu disampaikan Arsul untuk menjawab kritik bahwa DPR terkesan irit bicara dalam mengomentari kasus pembunuhan Brigadir J.

Dia mengatakan, DPR RI bukan tidak mau berkomentar, tetapi menahan diri agar pihak berwenang yang menjelaskan. Dia menilai kasus pembunuhan Brigadir J sangat sensitif. 

Di sisi lain, Arsul mengaku kerap berkoordinasi dengan Komnas HAM agar tidak gegabah dalam melakukan penyelidikan. Sebab, penyelidikan yang dilakukan Komnas HAM sifatnya hanya melihat ada atau tidak indikasi pelanggaran HAM.

"Komnas HAM kan kewenangannya melakukan penyelidikan ke dalam konteks adanya pelanggaran HAM di kasus itu, tapi kalau komunikasi publiknya itu seperti sedang menyidik dalam kerangka pro yustisia, maka kemudian akan menimbulkan kesan juga pada publik," ujarnya. 

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM (Menkopolhukam) Mahfud MD yakin kasus pembunuhan Brigadir J di kediaman eks Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo terungkap secara utuh dan dituntaskan di tingkat polisi.

"Konstruksi hukum pembunuhan Brigadir J akan tuntas di tingkat polisi (insya Allah). TSK (tersangka) akan diumumkan hari ini. Sudah lama saya punya impresi Polri kita hebat dalam penyelidikan dan penyidikan. Kasus mutilasi yang mayatnya sudah terserak di berbagai kota saja bisa dibongkar. Ingat kasus Ryan?," kata Mahfud lewat akun Twiternya, Selasa (9/8/2022).