News

Kasus Paspor Palsu Adelin Lis, Temuan Terbaru Polisi Menguak Fakta Ini

Penyidik menemukan dua dugaan tindak pidana yang dilakukan Adelin Lis (AL) alias Hendro Leonardi (HL) selama buron di Singapura.


Kasus Paspor Palsu Adelin Lis, Temuan Terbaru Polisi Menguak Fakta Ini
Buronan Adelin Lis (Istimewa)

AKURAT.CO, Badan Reserse Kriminal Mabes Polri gerak cepat mengusut kasus pemalsuan paspor Adelin Lis. Penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri telah berkoodinasi dengan otoritas Singapura dan pihak Imigrasi.

Hasilnya, penyidik menemukan dua dugaan tindak pidana yang dilakukan Adelin Lis (AL) alias Hendro Leonardi (HL) selama buron di Singapura.

"Hasil koordinasi dan penyelidikan bersama Ditjen Imigrasi serta dengan Atpol Singapura diketahui dua hal dugaan tindak pidana yang telah dilakukan oleh buronan AL alias HL selama pelariannya," kata Direktur Tipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi, Rabu (23/6/2021).

Dua dugaan tindak pidana itu adalah menggunakan dokumen perjalanan RI (paspor) yang diketahui atau patut diduga palsu atau dipalsukan. Kedua,memberikan data tidak sah atau keterangan yang tidak benar untuk memperoleh Dokumen Perjalanan RI bagi dirinya sendiri.

"Semua substansi kedua perbuatan melawan hukum atau tindak pidana tersebut secara khusus telah diatur dalam UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian (vide Pasal 126 huruf a dan c) dan penegakan hukumnya menjadi kewenangan PPNS Keimigrasian berdasarkan asas lex specialis derogat legi generalis," kata Andi.

Dalam pelaksanaan proses penyidikan, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Keimigrasian berkoordinasi dengan penyidik Polri, termasuk diantaranya bantuan penyerahan barang bukti dokumen perjalanan RI (paspor) asli, tapi palsu yang masih diamankan oleh Kedubes RI dalam hal ini Atpol/SLO Polri di Singapura.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer menyebut Adelin Lis sebagai buronan berisiko tinggi (high risk fugitive). Sebab sudah 14 tahun menghindari eksekusi pidana penjara, denda dan uang pengganti. Namun, akhirnya Adelin tertangkap di Singapura karena paspor palsu.  

Leo mengatakan, tertangkapnya Adelin berawal saat KBRI Singapura menerima surat dari Immigration and Checkpoint Authority (ICA) Singapura pada tanggal 4 Maret 2021.

Surat dari ICA tersebut pada intinya berisikan permintaan verifikasi atas identitas sebenarnya dari Adelin Lis. Apakah passport Nomor B 7348735 atas nama Hendro Leonardi secara sah diterbitkan oleh pihak berwenang di Indonesia.

"ICA mendeteksi dan melakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan di Bandara Changi tanggal 28 Mei 2018," kata Leo saat konferensi pers di Kejagung, Sabtu (19/6/2021) malam.[]