Entertainment

Kasus Narkoba, Nia Ramadhani Hingga Ardi Bakrie Didakwa Pasal Pemakai

Nia Ramadhani ditangkap atas barang bukti sabu


Kasus Narkoba, Nia Ramadhani Hingga Ardi Bakrie Didakwa Pasal Pemakai
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (2/12) (Akurat.co, Agussalim)

AKURAT.CO, Sidang perdana kasus penyalahgunaan narkotika yang menjerat artis Nia Ramadhani, suaminya, Ardi Bakrie, dan supirnya, Zen Vivanto, telah berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (2/12). Sidang hari ini beragenda pembacaan dakwaan sekaligus mendengarkan keterangan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Ketika membacakan surat dakwaannya itu, JPU menyampaikan kronologi sehingga Nia Ramadhani dan supirnya ditangkap oleh aparat kepolisian. Nia Ramadhani dikatakan meminta Zen untuk membeli satu paket sabu berikut alat isapnya seharga Rp1,7 juta kepada pengedar.

"Selasa, 6 Juli 2021 sekira jam 22.00 WIB, saat Zen berada di rumah Nia dan Ardi di Pondok Pinang, Zen diminta oleh Nia untuk beli narkotika golongan I jenis sabu sebanyak 1 paket beserta alat hisap untuk dikonsumsi bersama dengan terdakwa III (Ardi Bakrie)," ujar JPU ketika membaca draf dakwaannya di PN Jakarta Pusat, Kamis (2/12).

baca juga:

"Zen menyanggupi permintaan Nia dan Nia menyerahkan uang pembelian sebanyak Rp1,7 juta," lanjutnya.

Keesokan harinya, Zen kemudian membeli narkoba permintaan Nia Ramadhani kepada salah pengedar berada di Kawasan Jakarta Pusat. Setelah berhasil mendapatkan bahwa haram tersebut, Nia dan Zen kemudian mengkonsumsinya bersama.

"Setelah dapat, Zen kembali ke rumah Nia dan Ardi. Sekira pukul 08.00 WIB bertempat di Pondok Pinang Kebayoran Lama, Zen menyerahkan paket sabu beserta bong kepada Nia. Setelah itu, mereka bersama-bersama mengonsumsi jenis sabu itu," jelas JPU.

"Narkotika sabu dimasukkan ke dalam pipet kaca kemudian bagian bawah pipet kaca tersebut dibakar. Setelah keluar asap, kemudian dihisap menggunakan bong secara bergantian. Setelah selesai, alat hisap disimpan oleh Nia dan bong disimpan di kantong celana sebelah kanannya," lanjutnya.

Sementara pada hari yang sama, Zen kemudian ditangkap oleh aparat kepolisian Polres Metro Jakarta Pusat. Ketika diinterogasi, Zen mengaku kepada polisi bahwa satu klip sabu yang diamankan bersamanya adalah milik Nia Ramadhani.

"Sekira jam 15.00 WIB ketika Zen berada di depan rumah di Pondok Pinang, Zen ditangkap oleh petugas Polres Jakarta Pusat. Berhasil diamankan 1 plastik berisikan kristal putih narkotika jenis sabu, bahwa setelah diinterogasi, Zen menyampaikan bahwa 1 plastik tersebut adalah milik Nia yang merupakan sisa pakai," ungkap JPU.

Setelah mendengar pengakuan itu, polisi langsung bergerak cepat dan menangkap Nia Ramadhani. Dalam penangkapan itu, polisi menemukan barang yang berhubungan dengan sabu di dalam lemari Nia.

"Jam 15.15 WIB petugas kepolisian melakukan penangkapan terhadsp Nia di rumah di Pondok Pinang, Kebayoran Lama. Pada saat penangkapan dilakukan juga penggeledahan dan berhasil diamankan seperangkat alat hisap sabu yang berada di laci kamar Nia," terangnya

"Zen dan Nia beserta alat bukti diamankan ke Porles Jakarta Pusat. Sekira jam 19.45 WIB, Ardi menyerahkan diri ke Polres Jakarta Pusat dan selanjutnya terhadap yang bersangkutan dilakukan penangkapan," tambahnya

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian, Nia Ramadhani, Ardi Bakrie, dan Zen terkonfirmasi positif methamphetamine lewat tes urinenya. Atas perbuatannya itu, mereka kenakan pasal pemakai.

Urine Zen 9 Juli positif methamphetamine, urine Nia 9 Juli positif methamphetamine, urine Ardi 9 Juli positif methamphetamine. Ketiganya melanggar Pasal 127 ayat 1 huruf a UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika  Jo Pasal 55 ayat 1 KUHP," tutup JPU.[]