News

Kasus Meledak, Brunei Darussalam Kembali Laporkan Kematian Covid-19 Setelah Absen Setahun Lebih

Keduanya asli warga Brunei, dan mereka meninggal setelah tertular infeksi paru-paru dan masuk ke pusat karantina pada Agustus ini.


Kasus Meledak, Brunei Darussalam Kembali Laporkan Kematian Covid-19 Setelah Absen Setahun Lebih
Dalam foto ini, Sultan Brunei Darussalam, Haji Hassanal Bolkiah menerima suntikan vaksin Covid-19 di istana kerajaan di Bandar Seri Begawan, 1 April 2021 (NEWS.CN/Xinhua)

AKURAT.CO  Brunei Darussalam kembali melaporkan kasus kematian akibat virus corona. Pada Selasa (24/8), mereka mencatat dua kematian dari warganya yang terjangkit Covid-19. Ini merupakan kematian pertama Covid-19 yang dibukukan Brunei selama lebih dari setahun mereka memerangi wabah baru.

Kata kementerian kesehatan, pasien yang meninggal terdiri dari seorang wanita berusia 85 tahun dan seorang pria berumur 69 tahun. Keduanya asli warga Brunei, dan mereka meninggal setelah tertular infeksi paru-paru dan masuk ke pusat karantina pada Agustus ini.

Kematian kedua pasien itu pun akhirnya meningkatkan total kematian Covid-19 di Brunei menjadi lima orang. 

Brunei yang memiliki populasi sekitar 450 ribu orang, melaporkan kematian Covid-19 terakhirnya pada Juni tahun lalu.

Brunei memperkenalkan pembatasan baru pada Agustus setelah melihat infeksi lokal pertamanya selama 15 bulan. Dalam aturannya, pihak berwenang menutup bioskop dan tempat ibadah, melarang makan di restoran, serta melarang orang meninggalkan rumah mereka kecuali untuk alasan penting.

Pada Selasa kemarin, Brunei mencatat 110 kasus baru. Ini menjadikan total infeksi Brunei membludak menjadi 1.983 sejak awal pandemi.

Jika dibandingkan Indonesia yang berpenduduk 270 juta, wabah Covid-19 di Brunei terbilang kecil. Menurut Worldometers, Indonesia saat ini membukukan jumlah infeksi dengan total mencapai hingga lebih dari 4 juta kasus. Angka ini jelas lebih massif dibandingkan infeksi Brunei, sekitar 2 ribu kalinya. Demikian pula dengan jumlah kematian Indonesia yang kini telah meroket sampai 128.252 kasus.

Kendati demikian, mirip dengan Indonesia maupun sejumlah negara lain yang berjuang dengan varian Covid-19, Brunei juga tengah dilanda kenaikan kasus infeksi. Pada 20 Agustus lalu, Xinhua bahkan menyebut bagaimana Brunei mencetak rekor kenaikan harian dengan 197 kasus harian baru yang dilaporkan.  

Menurut Kementerian Kesehatan Brunei, semua kasus baru itu adalah infeksi lokal. Laporan itu juga menandai hari ketiga berturut-turut di mana Brunei menorehkan rekor kasus harian sejak 18 Agustus.[]