News

Kasus Mahasiswi Gigit Polisi di Jakarta Timur Berakhir Damai

Kasus mahasiswi berinisial HFR (23) yang menganiaya hingga menggigit polisi lalu lintas (polantas) di Jakarta Timur berakhir dengan damai.


Kasus Mahasiswi Gigit Polisi di Jakarta Timur Berakhir Damai
seorang pemotor wanita berinisial HFR (23) mengamuk kepada polisi lantaran tidak terima ditegur saat berkendara melawan arus di bawah Flyover Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur (Korlantas Polri)

AKURAT.CO, Kasus mahasiswi berinisial HFR (23) yang menganiaya hingga menggigit polisi lalu lintas (polantas) di Jakarta Timur berakhir dengan damai.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Budi Sartono mengatakan, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai usai melakukan mediasi.

"Kemarin sudah diproses tersangkanya adalah Hana, sudah dijadikan tersangka tetapi karena yang bersangkutan memang mahasiswi dan sudah terjadi mediasi dan kami melihat bahwa yang bersangkutan masih panjang kariernya," kata Budi Sartono di Jakarta, Senin (4/7/2022).

baca juga:

Sementara, status tersangka yang sempat ditetapkan penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur kepada HFR gugur setelah kasus dinyatakan selesai secara restorative justice.

Budi menuturkan, restorative justice ini dilakukan juga karena pertimbangan usia HFR yang masih muda, sehingga masih dapat memiliki masa depan lebih baik dan memperbaiki perbuatan.

"Tetapi itu semua bisa terlaksana kalau korban memaafkan dan korban menerima. Oleh karena itu, sebelum melaksanakan kita mendengar pendapat korban," lanjut Budi.

Dalam kesempatan yang sama, HFR telah meminta maaf dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.

"Saya minta maaf karena telah mencakar Bapak dan menggigit Bapak sampai ingin merebut senjata Bapak. Saya harap Bapak ingin memaafkan saya dan saya berjanji saya tidak akan mengulangi kesalahan yang pernah saya buat ke Bapak," kata Hana.

Sebelumnya, seorang pemotor wanita berinisial HFR (23) mengamuk kepada polisi lantaran tidak terima ditegur saat berkendara melawan arus di bawah Flyover Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Ahsanul Muqaffi menyebut HFR mengamuk lantaran tak terima dirinya dihentikan petugas.

"Petugas sedang melakukan pengaturan lalu lintas di terminal Kampung Melayu Jakarta Timur, tiba-tiba pelaku mengendarai sepeda motor dari arah Jatinegara menuju Tebet dengan melawan arus," ungkap Ahsanul dalam keterangannya, Jumat (1/7/2022).

Kata Ahsanul, petugas telah meminta HFR untuk balik arah. Namun, perempuan tersebut tetap melawan dengan menabrakkan sepeda motornya ke anggota polisi.

"Setelah ditabrak, petugas kami tetap beritikad untuk menasehati dengan mengambil kunci motor pelaku, lalu meminta pelaku untuk duduk dan menenangkan diri. Namun pelaku masih melawan, disitulah penganiayaan terjadi kepada anggota kami," tuturnya.

Menurut Ahsanul, HFR melakukan pemukulan ke arah wajah petugas. Bahkan pelaku juga menggigit pergelangan tangan kanan dan sela jari petugas hingga berdarah.

"Setelah itu pelaku masih memberikan perlawanan dengan menendang paha kiri petugas, selanjutnya pelaku berusaha merebut senjata dinas petugas namun tidak berhasil," tukasnya. []