News

Kasus Kredit Macet Rp181 Miliar, Kejagung Tahan 3 Tersangka Korupsi Perum Perindo

Kejaksaan Agung menahan Wakil Presiden Perdagangan, Penangkapan dan Pengelolaan Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo), Wenny Prihatini.


Kasus Kredit Macet Rp181 Miliar, Kejagung Tahan 3 Tersangka Korupsi Perum Perindo
Tersangka kasus korupsi Perum Perindo (Dok. Puspenkum)

AKURAT.CO, Kejaksaan Agung menahan Wakil Presiden Perdagangan, Penangkapan dan Pengelolaan Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo), Wenny Prihatini, bersama dua orang lainnya usai ditetapkan sebagai tersangka.

Dua tersangka lain adalah Direktur PT Kemilau Bintang Timur Lalam Sarlam dan Direktur PT Prima Pangan Madani, Nabil M Basyuni.

“WP selaku Karyawan BUMN/Mantan Vice President Perdagangan Penangkapan dan Pengelolaan Perum Perindo ditahan Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung. Dua tersangka lain ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, ” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leorand Eben Ezer Simanjuntak di Jakarta, Kamis (21/10/2021) malam.

Mantan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat ini menjelaskan kronologis kasus yang menjerat ketiga tersangka.

Awalnya, Perum Perindo dalam rangka meningkatkan pendapatan perusahaan tahun 2017 ketika Direktur Utama Perindo dijabat oleh SJ,Perindo menerbitkan surat hutang Jangka Menengah atau Medium Term Notes (MTN) dan mendapatkan Dana sebesar Rp200 miliar yang terdiri dari Sertifikat Jumbo MTN Perum Perikanan Indonesia Tahun 2017 – Seri A dan Sertifikat Jumbo MTN Perum Perikanan Indonesia Tahun 2017 – Seri B. Tujuan MTN tersebut digunakan untuk pembiayaan dibidang perikanan tangkap.

Namun, faktanya penggunaan dana MTN Seri A dan seri B tidak digunakan sesuai dengan peruntukan tujuan penerbitan MTN seri A dan seri B. MTN seri A dan seri B sebagian besar digunakan untuk bisnis perdagangan ikan yang dikelola oleh Divisi Penangkapan, Perdagangan dan Pengolahan Ikan atau Strategy Bussines Unit (SBU) Fish Trade and Processing (FTP) yang dipimpin oleh WP.

Pada Desember 2017, Direktur Utama Perindo berganti kepada RS yang mana pada periode sebelumnya yang bersangkutan merupakan Direktur Operasional Perum Perindo.

Kemudian RS mengadakan rapat dan pertemuan dengan Divisi Penangkapan, Perdagangan dan Pengolahan (P3) Ikan atau Strategy Bussines Unit (SBU) Fish Trade and Processing (FTP) yang diikuti juga oleh IP sebagai Advisor Divisi P3 untuk membahas pengembangan bisnis Perum Perindo menggunakan dana MTN seri A dan seri B, kredit Bank BTN Syariah dan kredit Bank BNI.

Selanjutnya ada beberapa perusahaan dan perseorangan yang direkomendasikan oleh IP kepada Perindo untuk dijalankan kerja sama perdagangan ikan yaitu PT. Global Prima Santosa (GPS), PT. Kemilau Bintang Timur (KBT), S/TK dan RP.