News

Kasus Korupsi Garuda Naik Penyidikan, Kejagung Siap Optimalkan Pemulihan Kerugian Negara

Kejaksaan Agung menaikkan dugaan korupsi PT Garuda Indonesia dari penyelidikan dan ke penyidikan umum.


Kasus Korupsi Garuda Naik Penyidikan, Kejagung Siap Optimalkan Pemulihan Kerugian Negara
Pesawat Garuda Indonesia di Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soetta, Tangerang, Banten. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Kejaksaan Agung menaikkan dugaan korupsi PT Garuda Indonesia dari penyelidikan dan ke penyidikan umum. Penyidik menemukan bukti kuat dugaan rasuah penyewaan pesawat Garuda Indonesia.

“Hari ini kita naikkan menjadi penyidikan umum. Tahap pertama kita dalami Pesawat ATR 72-600, dan kita tidak akan sampai di situ saja,” kata Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin dalam konferensi pers di Gedung Kartika Adhyaksa, Jakarta, Rabu (19/1/2022).

Burhanuddin menyatakan Kejagung akan terus mengembangkan kasus dugaan korupsi di PT Garuda Indonesia secara aktif, termasuk memeriksa pengadaan, kontrak, pinjam, dan lain sebagainya.

baca juga:

“Mulai dari ATR, Bombardier, Airbus, Boeing, dan Rolls Royce, kita akan kembangkan. Kita akan tuntaskan,” kata dia.

Ia mengatakan, Kejagung akan berkoordinasi dengan KPK secara intens. Koordinasi tersebut karena terdapat beberapa kasus yang telah tuntas di KPK terkait dengan perkara korupsi di PT Garuda Indonesia.

Oleh karena itu, ujar dia, berkoordinasi dengan KPK akan memudahkan langkah penyidik di Pidana Khusus Kejaksaan Agung karena alat bukti maupun konstruksi pembuktian mungkin telah ada di KPK.

“Kita akan selalu koordinasi,” katanya.

Sementara itu, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengungkapkan, kasus ini mengakibatkan kerugian yang cukup besar bagi negara.

“Seperti contohnya, untuk pengadaan sewa saja indikasinya (kerugian, red) sampai sebesar Rp3,6 triliun sehingga cara pandang penyidik di Kejaksaan Agung ini sekaligus mengupayakan bagaimana kerugian yang terjadi di PT Garuda Indonesia akan kita upayakan pemulihannya,” kata dia.