News

Kasus Kerumunan HRS di Megamendung, Permohonan Banding Jaksa Akhirnya Ditolak

Dengan demikian, putusan tersebut menguatkan vonis yang dijatuhkan PN Jaktim


Kasus Kerumunan HRS di Megamendung, Permohonan Banding Jaksa Akhirnya Ditolak
Sekretaris Batuan Hukum DPP FPI Azis Yanuar (AKURAT.CO/Miftahul Munir)

AKURAT.CO  Terdakwa kasus kerumunan Petamburan dan Megamendung Habib Rizieq Syihab (HRS) menang lewat putusan banding di Pengadilan Tinggi Jakarta.

Dalam putusan banding, Majelis Hakim menyatakan menolak permohonan banding diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Artinya, vonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur berlaku sampai berkekuatan hukum tetap. 

"Alhamdulillah putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur untuk kasus HRS dkk Megamendung dan Petamburan," kata kuasa hukum HRS, Azis Yanuar melalui pesan berantai, Rabu (4/8/2021). 

Dia mengatakan, dengan adanya putusan hakim PT Jakarta itu, HRS dan dua pengikutnya itu hanya menjalani hukuman sesuai dengan vonis majelis hakim PN Jakarta Timur. Dia berharap, keputusan majelis hakim PT DKI itu mengakhiri perjalanan kasus itu. 

"Habib dihukum sesuai vonis PN Jakarta Timur dan didenda," katanya. 

Dia mengatakan, untuk sementara, pihaknya belum menentukan langkah hukum berikutnya. Dalam perkara banding itu, Jaksa yang mengaku keberatan atas putusan hakim PN Jakarta Timur. Sementara, pihak HRS dan kuasa hukum telah menerima keputusan hakim PN Jakarta Timur itu. 

"(Sampai saat ini) belum tahu langkah hukum JPU (bakal ajukan kasasi atau tidak)," katanya. 

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara kerumunan Petamburan, Jakarta Pusat dan Megamendung, Bogor keberatan dengan vonis hakim terhadap HRS dan dua pengikutnya.

Dalam perkara kerumunan di Petamburan, HRS divonis penjara 8 bulan. Sementara dalam perkara kerumunan Megamendung, Bogor, HRS divonis denda Rp20 juta untuk kasus kerumunan Megamendung, Bogor. 

Atas vonis itu, JPU mengajukan banding ke PT Jakarta. Sementara kubu HRS tak punya pilihan lain selain meladeni keberatan JPU. Kini, majelis hakim PT DKI memutuskan menguatkan vonis majelis hakim PN Jakarta Timur. 

Selain dijerat dengan kasus kerumunan, eks pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu juga sedang menghadapi kasus kabar bohong hasil swab di RS Ummi, Bogor.

Pada kasus itu, HRS divonis penjara selama 4 tahun. Sidang kasus swab tes itu sempat diwarnai bentrokan antara pengikut HRS dengan polisi di fly over tak jauh dari PN Jakarta Timur, tempat sidang berlangsung. []