News

Kasus Geng Motor All Star di Serang Timur, Polisi Sudah Amankan 10 Orang

Hal ini merupakan wujud dari Polri yang presisi yakni menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat.


Kasus Geng Motor All Star di Serang Timur, Polisi Sudah Amankan 10 Orang
Ilustrasi (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Setelah menangkap lima orang geng motor All Star Serang Timur, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Banten bersama Polres Serang Kota melakukan pengembangan kepada kasus geng motor yang membawa senjata tajam di Lampu merah Ciceri, Jalan Ahmad Yani, Serang Kota, Banten.

Hasilnya, ada lima orang lagi yang ditangkap oleh jajaran Polda Banten. Hal ini merupakan wujud dari Polri yang presisi yakni menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Sebab, dari keterangan pelaku yang diamankan itu, mereka berencana melakukan balas dendam kepada kelompok lain. Sebab, 2 bulan lalu ada teman satu geng yang diduga mau dianiaya oleh kelompok lain.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Pol Martri Sonny menjelaskan, pihaknya bergerak cepat pascavideo tersebur viral di sosial media. Hasil pengembangan dari penyelidikan video viral itu, ada 10 orang yang diamankan.

"Ya, kami dari Ditreskrimum Polda Banten bersama Satreskrim Polres jajaran telah berhasil mengamankan 10 orang dari kelompok geng motor. Aksi geng motor yang sama-sama kita saksikan, ini viral di media sosial," ujar Kombes Pol Martri Sonny dalam keterangan persnya, Senin (8/3/2021). 

Menurut dia, dalam video viral tersebut ada puluhan sepeda motor remaja mengacungkan senjata tajam di dekat lampu merah Ciceri, Kota Serang, Banten. Kurang lebih ada sebanyak 100 orang yang ikut dalam aksi geng notor tersebut.

"Hal itu tentunya mengganggu Kamtibmas wilayah hukum Polda Banten khususnya wilayah kota Serang," tegas dia.

Sonny menambahkan, pihaknya akan terus memburu pelaku geng motor lainnya demi keamanan wilayah hukum Polda Banten. Pihaknya mengimbau kepada seluruh geng motor itu untuk menyerahkan diri ke Polda Banten.

"Mereka merencanakan untuk balas dendam di mana hasil komunikasi yang dilakukan oleh oknum tersebut melalui grup media sosial namanya All star. Kami masih melakukan pengembangan dan kemungkinan jumlah yang kami amankan akan bertambah," terang dia.

Ke-10 orang itu terancam pasal 2 ayat 1 UU Darurat no 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara, pasal 160 KUHP ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara, pasal 11 ayat 1 huruf A Perda no 1 tahun 2020 dengan ancaman hukuman paling lama 1 tahun penjara.[]

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu