News

Kasus Flu Burung pada Manusia Melonjak di China, Ahli Khawatir Risiko Mutasi Virus 

Para ahli mengatakan jenis virus yang beredar sebelumnya tampaknya telah bermutasi dan mungkin lebih menular ke manusia.


Kasus Flu Burung pada Manusia Melonjak di China, Ahli Khawatir Risiko Mutasi Virus 
Seorang pria menyediakan air untuk ayam di sebuah peternakan di Heihe, provinsi Heilongjiang, China 17 November 2019 (Reuters/Stringer)

AKURAT.CO  Lonjakan jumlah orang di China yang terinfeksi flu burung tahun ini telah membuat khawatir para ahli. Ahli mengatakan jenis virus yang beredar sebelumnya tampaknya telah bermutasi dan mungkin lebih menular ke manusia.

Seperti diwartakan Reuters, China pada tahun 2021 telah melaporkan hingga 21 kasus infeksi H5N6 ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sementara tahun lalu, Negeri Tirai Bambu itu hanya melaporkan lima kasus. 

Dibandingkan ratusan orang yang terinfeksi H7N9 pada tahun 2017, kasus tahun ini terbilang jauh lebih rendah. Namun, kasus infeksi tahun ini tergolong serius dan telah menyebabkan banyak orang sakit kritis, dengan enam orang dinyatakan meninggal.

"Peningkatan kasus manusia di China tahun ini mengkhawatirkan. Ini adalah virus dengan risiko kematian tinggi," kata Thijs Kuiken, profesor patologi komparatif di Erasmus University Medical Center di Rotterdam, Belanda.

Sebagian besar kasus infeksi flu burung di China dilaporkan berasal dari kontak langsung dengan unggas. Menurut pernyataan WHO pada 4 Oktober, belum ada kasus penularan dari manusia ke manusia yang dikonfirmasi. Kendati demikian, saat menyoroti peningkatan kasus itu, WHO menyarankan perlunya penyelidikan lebih lanjut demi memahami risiko dan peningkatan penularan ke manusia. 

Setelah peringatan dari WHO itu, seorang wanita berusia 60 tahun di Provinsi Hunan dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis pada 13 Oktober. Pemerintahan Hong Kong mengonfirmasi pasien terjangkit virus influenza A subtipe H5N6.

Sementara kasus H5N6 pada manusia telah dilaporkan, tidak ada wabah H5N6 yang dilaporkan pada unggas di China sejak Februari 2020.

China adalah produsen unggas terbesar di dunia dan produsen top untuk bebek. Ini secara tidak langsung menjadikan China sebagai 'reservoir virus penyebab flu'.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar tentang peningkatan kasus H5N6 pada manusia.