News

Kasus DBD Meluas, Bamsoet Minta Kemenkes Pastikan Fasilitas Pasien Tertangani

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet meminta Kemenkes memastikan pelayanan bagi pasien DBD tetap dapat tertangani secara maksimal.


Kasus DBD Meluas, Bamsoet Minta Kemenkes Pastikan Fasilitas Pasien Tertangani
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, di Universitas Warmadewa, Bali, Senin (17/5/2021).  (DOK. HUMAS MPR RI)

AKURAT.CO, Kasus demam berdarah dengue atau DBD semakin meluas di sejumlah daerah di Indonesia.

Data dari Kementerian Kesehatan/Kemenkes menyebutkan sejak awal tahun 2021 hingga minggu ke-29 tahun 2021, kasus DBD mencapai 21.739 kasus dengan 187 pasien meninggal dunia.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet meminta Kemenkes memastikan pelayanan bagi pasien DBD dapat tertangani secara maksimal. "Meskipun penanganan saat ini banyak difokuskan untuk penanganan Covid-19," ujar Bamsoet sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (3/8/2021).

"Kemenkes juga perlu menyiapkan kelengkapan alat, sarana, prasarana, dan infrastruktur untuk penanganan kasus DBD di setiap rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya," sambungnya.

Menurut Bamsoet, sosialisasi pencegahan DBD oleh Kemenkes kepada masyarakat juga perlu dilakukan. Namun, lanjut Bamsoet, tetap dengan protokol kesehatan Covid-19.

"Menerapkan 3M (menguras bak penampungan, menutup bak penampungan air, dan mendaur ulang barang bekas yang bisa menampung air), dan menerapkan gaya hidup bersih juga sehat," paparnya.

Di sisi lain, politisi Partai Golkar ini meminta pemerintah daerah dengan kasus DBD tertinggi yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, segera menekan kasus DBD di wilayah masing-masing dan melakukan strategi baru untuk menanggulangi DBD di tengah situasi pandemi Covid-19.

Kemudian, tambah Bamsoet, memberdayakan juru pemantau jentik (jumantik) di setiap rumah tangga, sebab kader jumantik saat ini tidak dapat bekerja secara maksimal karena pandemi Covid-19.

"Komitmen menekan angka DBD di tanah air dengan memperkuat upaya penanggulangan DBD sesuai dengan strategi nasional penanggulangan dengue 2021-2025," tegasnya.

Perlu diketahui, sebanyak lima kota/kabupaten di Indonesia mendominasi angka kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) tertinggi pada pekan ke-25 Juni 2021.

"Yang jelas memang ada peningkatan DBD atau juga ada penurunan di daerah lain. Tapi biasanya siklusnya itu turun, kemudian nanti naik lagi pada November, Desember, dan puncaknya biasanya pada bulan Maret atau April," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis Kemenkes Didik Budijanto di Jakarta seperti dilansir Antara, Kamis (29/7/2021).

Ia mengemukakan Kota Bekasi, Jawa Barat, menduduki peringkat pertama kasus DBD sebanyak 796 kasus berdasarkan laporan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis Kemenkes pada pembaruan data terakhir di laman resmi Facebook P2PTVZ Kemenkes.

Kemudian, Kabupaten Buleleng (Bali) menempati posisi kedua sebanyak 770 kasus, di posisi ketiga Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur sebanyak 511 kasus, Karawang, Jawa Barat di posisi empat sebanyak 494 kasus, dan Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta di posisi lima sebanyak 464 kasus.[]