News

Kasus Covid-19 Turun, Jakarta Tetap Kekurangan Nakes

Wagub DKI menyatakan Pemprov DKI Jakarta masih kekurangan Nakes, walau kasus Covid-19 mulai melandai.


Kasus Covid-19 Turun, Jakarta Tetap Kekurangan Nakes
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (26/4/2021) (AKURAT.CO/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta  kekurangan tenaga kesehatan, kendati kasus Covid-19 di Ibu Kota berangsur melandai dalam sepekan belakangan. 

Jumlah kasus harian selama sepekan belakangan berkisar 7.000 hingga 8.000 kasus per hari. Pekan sebelumnya berkisar 12.000 hingga 14.000 sehari

"Memang beberapa minggu lalu ada peningkatan yang signifikan, tapi sudah bisa diatasi dan dilayani dengan baik, perlu ada peningkatan tenaga kesehatan," kata Ariza -sapaan akrab Riza Patria- di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (25/7/2021).

Krisis tenaga kesehatan di DKI Jakarta sudah terjadi sejak gelombang kedua ledakan Covid-19 pada bulan lalu. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sempat mencari relawan hingga keluar daerah, satu diantaranya adalah Tangerang, namun ditolak lantaran mereka juga kekurangan tenaga kesehatan.

Mengatasi masalah tenaga kesehatan, Pemprov DKI mempekerjakan pegawai Satuan Kerja Perangkat Daerah lain (SKPD), misalnya dari Dinas Bina Marga, Dinas Perhubungan hingga Dinas Pertamanan dan Hutan Kota. Mereka diberi tugas mengerjakan hal-hal yang bersifat non-medis, seperti membungkus obat-obatan, melakukan pemulasaran jenazah hingga mengangkut tabung oksigen sehingga tenaga medis yang ada lebih fokus menangani pasien corona.

"Jadi dalam kesempatan kali ini, kami mengajak semua yang memiliki keahlian dan kompetensi di bidang kesehatan untuk dapat mendaftarkan menjadi relawan.  Kita Jakarta membutuhkan relawan yang besar karena memang peningkatannya cukup tinggi," ucap Ariza.

Ariza melanjutkan, saat ini yang paling dibutuhkan pihaknya hanya tenaga medis, sementara peralatan medis lainnya yang sebelumnya juga sempat mengalami kelangkaan diklaim sudah cukup ketersediaannya. 

"Yang lain lain dirasa cukup baik ya, oksigen cukup baik, vitamin juga, tenaga kesehatan yang perlu kita tambah," ucapnya.

Selain itu,  Ariza menuturkan, keterisian tempat tidur di seluruh rumah sakit rujukan Covid-19 mulai melandai. Saat ini, keterisian tempat tidur di ruang isolasi 77 persen, setelah sebelumnya nyaris kolaps dengan presentasi di atas 90 persen. Hal yang sama juga terjadi dengan ketersedian tempat tidur di ruang ICU.

"Keterisian tempat tidur turun menjadi 77 persen yang sebelumnya di atas 90 persen, (keterisian) ICU turun menjadi 88 persen, jadi ada penurunan yang cukup baik. Ini pertanda baik dan ini keberhasilan PPKM Darurat," tukasnya.[]