Lifestyle

Makin Banyak Anak Kena Corona, Bolehkan si Kecil Divaksin?

Kasus positif Covid-19 pada anak-anak meningkat di Indonesia. Sayangnya, saat ini belum ada vaksin yang bisa digunakan untuk anak-anak.


Makin Banyak Anak Kena Corona, Bolehkan si Kecil Divaksin?
vaksin untuk anak-anak

AKURAT.CO, Kasus Covid-19 di Indonesia semakin meningkat. Mirisnya, satu dari delapan pasien adalah anak-anak. Oleh sebab itu, anak-anak pun harus segera mendapatkan vaksinasi. Sayangnya, belum ada vaksin Covid-19 yang tersedia bagi anak-anak. 

Terkait hal ini, Dr. Amy Edwards, direktur medis asosiasi Pediatric Infection Control di UH Rainbow Babies and Children's Hospital di Cleveland mengatakan, jika semua orang dewasa mendapatkan vaksin Covid-19, mungkin anak-anak tidak perlu divaksinasi. Pasalnya, anak-anak cenderung terinfeksi Covid-19 dari orang dewasa; orang tuanya.

"Namun, kita tahu bahwa banyak orang dewasa tidak akan divaksinasi, dan itu membuat beberapa anak rentan, itulah mengapa mereka membutuhkan vaksin Covid-19," ujarnya.

Melansir dari Live Science, anak-anak berusia 12 tahun seharusnya sudah bisa menerima vaksin (Pfizer-BioNTech) Covid-19. Namun, beberapa orang tua masih ragu untuk memvaksinasi anak-anak mereka. Hal ini cukup dimaklumi lantaran hingga saat ini belum ada uji klinis tentang efektifitas vaksin Covid-19 untuk anak-anak. Namun, hal ini tentu menimbulkan polemik. Pasalnya, semakin banyak anak-anak yang terinfeksi Covid-19. 

Lalu, apa yang harus dilakukan untuk mengatasi semua ini? Haruskah anak berusia 12 tahun mendapatkan vaksin Covid-19?

Dr. Aaron Milstone, spesialis penyakit menular pediatrik di Johns Hopkins Children's Center di Baltimore, AS, menegaskan bahwa anak berusia 12 tahun harus segera mendapatkan vaksin. Pemberian vaksin ini tak hanya berguna untuk melindungi anak, tapi juga menghindari penyebarannya ke komunitas yang lebih besar. 

"Saya benar-benar berpikir mereka harus mendapatkan vaksin, sama seperti saya pikir siapa pun yang memenuhi syarat vaksin. Karena vaksinasi adalah cara terbaik untuk melindungi diri dari infeksi ini dan membantu melindungi komunitas dari penyebaran virus," kata Milstone. 

Pada 10 Mei, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) memperpanjang otorisasi penggunaan darurat (EUA) untuk penggunaan vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19 pada anak-anak usia 12 hingga 15 tahun. Sebelumnya, FDA juga telah memberikan EUA untuk penggunaan vaksin yang sama pada orang berusia 16 tahun ke atas pada 11 Desember 2020.

Menurut uji klinis Fase 3 dengan 2.260 peserta, yang hasilnya dipublikasikan 27 Mei di The New England Journal of Medicine, vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19 ini 100 persen efektif dalam mencegah Covid-19 pada anak berusia 12 hingga 15 tahun.  

Tak hanya Pfizer-BioNTech, China pun telah menyetujui izin penggunaan darurat vaksin Sinovac Biotech untuk usia 3-17 tahun. Sementara Moderna telah mulai menguji vaksin Covid-19 pada anak berusia 6 bulan hingga 11 tahun. Sementara Johnson & Johnson saat ini sedang menguji vaksin dosis tunggal pada anak berusia 12 hingga 17 tahun.  Vaksin Cansino juga sudah memasuki uji klinis fase 2 pada anak usia 6-19 tahun.

Sejauh ini, Indonesia masih menunggu rekomendasi pakar untuk menggunakan vakjsin-vaksin ini pada anak-anak.[]

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co