News

Kasus COVID-19 Naik Lagi, Dinkes DKI Minta Warga Negatif Tes Antigen Jangan Senang Dulu

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sejumlah 68 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 6.920 pasien.


Kasus COVID-19 Naik Lagi, Dinkes DKI Minta Warga Negatif Tes Antigen Jangan Senang Dulu
Petugas PPSU Bukit Duri membuat mural bertema COVID-19 untuk mengingatkan warga tentang bahaya virus Corona di Jakarta, Selasa (11/8/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti mengaku kasus Covid-19 di Jakarta naik lagi selama beberapa hari belakangan ini setelah terjadi penurunan signifikan pada periode Februari hingga awal April 2021 ini.

"Minggu-minggu terakhir, dua minggu terakhir, mulai ada peningkatan. Harian kita sudah mulai meningkat," kata Widyastuti ketika dikonfirmasi, Sabtu (17/4/2021).

Kenaikan kasus corona di Jakarta dalam rentan dua pekan belakangan ini, kata Widyastuti, karena abainya warga terhadap protokol kesehatan, tidak hanya itu hilir mudik warga keluar kota pada libur panjang sebelumnya juga menjadi salah satu pemicu penurunan wabah ini.

Untuk itu, Widyastuti meminta kepada masyarakat yang  telah melakukan tes antigen dengan hasil negatif merasa senang kemudian abai terhadap protokol kesehatan yang ada.

"Kami khawatir warga kita begitu dites rapid antigen negatif, terus merasa tenang. Itu yang kita sedikit khawatir, terus kita pesankan jangan terlena dengan pemeriksaan rapid antigen, jangan terlena begitu dites hasilnya negatif, terus merasa sehat," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, pada 16 April 2021 kemarin, pihaknya melakukan tes  PCR kepada  11.191 orang dengan hasil 979 positif dan 10.212 negatif. Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 4.582 orang dites, dengan hasil 68 positif dan 4.514 negatif.

"Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sejumlah 68 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 6.920 (orang yang masih dirawat/ isolasi)," ungkapnya.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 9,4 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen.[]

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu