News

Lakukan Pengetatan Imbas Kasus COVID-19 Meroket, DKI Bakal Tarik Rem Darurat Lagi?

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal memperketat peraturan untuk mencegah ledakan yang  jauh lebih besar.


Lakukan Pengetatan Imbas Kasus COVID-19 Meroket, DKI Bakal Tarik Rem Darurat Lagi?
Warga menjalani tes swab saat pelaksanaan tes swab massal di Puskesmas Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (7/1/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Kasus COVID-19 di Jakarta kembali meroket setelah libur panjang Idul Fitri 1442 H, lompatan kasus wabah mematikan itu bahkan kini sudah kembali menyentuh lebih dari 2.000 pasien sehari. Sebelumnya kasus harian berkisar di 1.000 orang per hari.

Melihat kenaikan kasus ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal memperketat peraturan untuk mencegah ledakan yang jauh lebih besar, tetapi belum dijelaskan mekanisme pengetatan yang bakal diterapkan.

Bisa jadi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali  menarik rem darurat yang pernah diterapkan beberapa kali saat awal penyakit menular itu masuk Jakarta  pada  2020 lalu, kebijakan  itu terbukti manjur dan sukses menekan lonjakan, opsi kebijakan lain  yang bakal ditempuh  adalah memperpanjang masa berlaku Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Skala Mikro (PPKM Mikro) yang sedang diterapkan sekarang ini. Belum ada keputusan terkait hal ini.

"Untuk menilai situasi di Jakarta, kita melakukan dalam hitungan harian, mingguan, dua mingguan dan bulanan. Jadi, kebijakan yang terbaru, memang disiapkan," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia ketika dikonfirmasi Senin (14/6/2021).

Dwi menjelaskan, kebijakan untuk menekan penularan COVID-19 diambil berdasarkan analisa dinamika perkembangan corona di masyarakat, kebijakan itu disesuaikan dengan kondisi penularan wabah mematikan itu. Jika kasus naik kebijakan jelas diperketat begitu juga sebaliknya.

"Jadi, pada saat terjadi perubahan situasi di publik pasti akan dilanjutkan dengan kebijakan untuk menyesuaikan untuk upaya pengendalian. Jadi, tidak tertutup kemungkinan akan ada peralihan kebijakan pada saat kasus lebih mengancam atau terbukti kebijakan sebelum perlu dievaluasi," tuturnya.

Perlu diketahui, pasca libur Lebaran  2021 ini kasus corona di  Jakarta langsung meroket, kenaikan kasus karena mobilitas masyarakat di luar rumah seperti mudik, silaturahmi tatap muka hingga berkerumun di pasar jelang Lebaran. Sejauh ini Dinas Kesehatan DKI sudah menemukan sebanyak  800 klaster baru setelah Idul Fitri.

"Sekarang kita memang meningkat kasus di DKI Jakarta, tidak hanya di DKI tetapi juga di beberapa provinsi dan kabupaten/kota juga mengalami kondisi cukup mengkhawatirkan," tutup Dwi.[]