News

Kasus COVID-19 Menurun, Warga India Langsung Padati Jalanan

Negara-negara bagian India mulai melonggarkan pembatasan


Kasus COVID-19 Menurun, Warga India Langsung Padati Jalanan
Kendaraan terjebak macet di Shimla (PTI photo Via Indian Today)

AKURAT.CO, Kasus infeksi virus corona di India dilaporkan mulai menurun. Pada Minggu (6/8) pekan lalu misalnya, media lokal NDTV melaporkan bahwa tingkat infeksi harian COVID-19 India turun hingga 5,2 persen. 

Saat itu, infeksi baru hanya menyentuh angka 114.460 kasus, dan digadang-gadang menjadi yang terendah selama 60 hari. 

Pertambahan jumlah infeksi harian itupun kini tercatat terus turun. Pada Minggu (13/6) kemarin contohnya, Worldometers hanya mencatat sebanyak 68.400 tambahan kasus infeksi di India. Sedangkan pada Sabtunya (12/6), kasus infeksi tambahan berada di angka 81.005.

Kondisi ini membuat beberapa negara bagian di India perlahan-lahan bergerak menuju kehidupan normal, dan telah mengumumkan pelonggaran pembatasan penguncian mulai Senin (7/8) pekan lalu.

Melansir India Today, beberapa negara bagian India yang telah melonggarkan pembatasan di antaranya termasuk Delhi, Tamil Nadu, Uttar Pradesh, Gujarat, Haryana, Gujarat, hingga Maharashtra. Menyusul itu, ada Sikkim dan Himachal Pradesh yang juga dilaporkan mulai melonggarkan pembatasannya. 

Namun, di tengah kebijakan  untuk melonggarkan pembatasan, warga India justru terlihat langsung memadati jalanan. Situasi warga yang memadati jalanan setidaknya masih terpantau di jalanan menuju kota wisata Shimla di Himachal Pradesh pada Minggu kemarin. 

Seperti diwartakan India Today hingga Hindustan Times, pada Minggu itu, para turis dengan kendaraannya terpantau memadati Jalan Raya Nasional Kalka-Shimla, dekat Parwanoo. Sementara, di Parwanoo sendiri, para polisi sudah sibuk memeriksa e-pass COVID-19 bagi para pelancong yang datang dari negara bagian tetangga.

Diketahui, pada Jumat (11/6) pekan lalu, pemerintah Himachal Pradesh mulai mengeluarkan pedoman baru 'perpanjangan jam malam' dengan lebih banyak relaksasi aturan. Di antara pelonggaran aturan itu, Himachal Pradesh mencabut pasal 144 di mana para turis yang ingin masuk ke wilayahnya bisa datang tanpa tes PCR negatif. Sebagai gantinya, turis yang berkunjung bisa menunjukkan e-pass COVID-19.

Sejak pelonggaran diumumkan, jumlah kendaraan dilaporkan langsung meningkat di wilayah perbukitan Shimla. Bahkan, di media sosial, ramai warganet mengulas tentang video jalanan perbukitan Shimla yang tampak dirayapi ribuan kendaraan.

Menjawab itu, otoritas setempat menyebut memang pada Sabtu, jalanan dipenuhi para turis dari beberapa negara bagian tetangga, termasuk Delhi. Dibeberkan pula bahwa pada pekan itu, kemacetan tidak terelakkan karena yang jumlah kendaraan mencapai hingga 5 ribuan dan kemacetan tidak terlelakkan karena polisi harus mengecek e-pass warga satu per satu. 

Kendati demikian, sumber menyebut bahwa jumlah kendaraan tidak lebih banyak dibanding masa sebelum pandemi COVID-19.

"Jumlah kendaraan telah meningkat sejak Jumat, karena turis dari tempat-tempat seperti Punjab, Chandigarh dan Delhi mengunjungi perbukitan. Ada kesibukan yang tidak terduga pada hari Sabtu, yang menyebabkan kemacetan selama satu jam. Video antrian (mobil) yang viral itu terjadi pada hari Sabtu. Pada hari Sabtu itu, ada lebih dari 5 ribu kendaraan, dan Minggunya, jumlahnya sekitar 3 ribuan. (Tetapi) Di masa pra-COVID-19, jumlahnya jauh lebih tinggi. Memang ada kemacetan, karena kami harus memastikan semua orang memiliki e-pass. Butuh waktu, karena banyak orang yang belum mendaftarkan diri dan kami harus membimbing mereka. Ini memperlambat proses, yang menyebabkan kemacetan lalu lintas," ungkap wakil inspektur polisi Parwanoo, Yogesh Rolta.

Sementara di Shimla dipenuhi mobil wisatawan, polisi ibukota Haryana dan Punjab, Chandigarh, mendapati banyak kasus pelanggaran jam malam pada Minggu kemarin. Dari pelanggaran itu, polisi Chandigarh  mengaku sampai mengumpulkan denda hingga 64.500 rupee (Rp12,5 juta).

Debda didapar dari tujuh teguran bagi warga yang kedapatan tidak memakai masker di depan umum, 76 teguran untuk warga yang tidak melakukan jarak sosial, dan 40 teguran untuk meludah di depan umum. Saat itu, polisi juga menangkap 207 orang hingga menyita dua kendaraan karena dianggap melanggar aturan jam malam. 

Secara keseluruhan, India telah mencatat 29,5 juta kasus infeksi COVID-19. Sementara kasus kematian total menurut Worldometers adalah sebanyak 374.305 kasus. []