News

Kasus Covid-19 Meningkat, Legislator Minta Pemerintah Evaluasi PTM 

Antisipasi Lonjakan Varian Omicron, Legislator Minta Pemerintah Evaluasi PTM 


Kasus Covid-19 Meningkat, Legislator Minta Pemerintah Evaluasi PTM 
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS, Netty Prasetiyani Aher (Dpr.go.id)

AKURAT.CO - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani meminta pemerintah mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka atau PTM 100 persen. Ia khawatir kesehatan siswa dan pengajar, terlebih di situasi meningkatnya kasus Omicron. 

Sebenarnya Netty tak menampik bahwa pembelajaran jarak jauh juga memiliki kelemahan. Namun, pada situasi peningkatan kasus Omicron, ia berharap penerapan PJJ dapat dipertimbangkan kembali. 

"Kami memang khawatir terjadi 'learning loss' yang disebabkan terlalu lamanya masa PJJ. Akan tetapi, risiko ini harus dihadapi karena kesehatan peserta didik jauh lebih penting dari apapun juga," kata Netty dalam keterangannya, Jumat (28/1/2022). 

baca juga:

Untuk itu, legislator PKS tersebut meminta kepada pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan pemberlakukan PTM tersebut."Saya meminta pemerintah segera mengevaluasi kebijakan PTM 100 persen" ujar Netty. 

Dalam keterangannya, ia juga menyoroti tidak adanya pilihan yang diberikan kepada orang tua, apakah setuju anak mengikuti PTM 100 persen atau memilih PJJ. Menurutnya tidak adanya opsi PJJ itu mengesankan paksaan kepada orang tua untuk mengirim anak ke sekolah. 

"Hal ini tentu sangat disayangkan di tengah meningkatnya kasus Omicron di Indonesia. Apakah pemerintah mau bertanggung jawab jika peserta didik terserang Omicron?" ujarnya. 

Merujuk kondisi di Singapura yang dilanda Omicron, Netty mengatakan mayoritas pasien yang dirawat di rumah sakit di sana ialah anak-anak. Ia mengingatkan anak usia di bawah 12 tahun jauh lebih rentan terinfeksi Omicron ketimbang usia anak 16 tahun ke atas. Ia berharap Indonesia dapat mengambil pelajaran sehingga tidak terjadi hal serupa. 

"Jangan sampai kejadian ini juga kita alami," tuturnya. 

Netty juga menekankan pemerintah perlu mendengarkan pandangan para ahli, asosiasi medis, serta orang tua untuk mengevaluasi PTM 100 persen.

Karena itu Netty menekankan pemerintah perlu mendengarkan pandangan para ahli, asosiasi medis, serta orang tua untuk mengevaluasi PTM 100 persen. 

Sebelumnya, pada Selasa(25/1/2022) Wakil Gubernur atau Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa total ada 90 sekolah yang ditutup akibat temuan kasus Covid-19, yang tersebar di lima kota Jakarta. 

Meski demikian, Riza mengatakan bahwa saat ini Jakarta masih akan melanjutkan PTM 100 persen sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri karena masih memenuhi syarat untuk pembelajaran tatap muka. 

Menurut Riza Jakarta masih memberlakukan PPKM Level 2 dan tingkat vaksinasinya sudah memenuhi syarat atau di atas 80 persen dan bahkan 98 persen tenaga pendidik yang sudah divaksin.[]