News

Kasus COVID-19 Melonjak, PBNU Sarankan Umat Islam Ibadah di Rumah

Helmy mendorong peran aktif tokoh agama, dai dan para mubalig untuk mengampanyekan protokol kesehatan


Kasus COVID-19 Melonjak, PBNU Sarankan Umat Islam Ibadah di Rumah
Bendera PBNU (Twitter/mohammedsabeq)

AKURAT.CO, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal menyarankan agar umat Islam melakukan kegiatan beribadah di rumah.

Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan mengingat saat ini Indonesia mengalami tren lonjakan kasus COVID-19 dan meningkatnya status daerah yang ditetapkan sebagai zona merah.

"Segala aktivitas keagamaan bisa dilakukan di rumah demi keamanan bersama," tegas Helmy sebagaimana yang dikutip AKURAT.CO dalam keterangan tertulis, Jumat (18/6/2021).

Helmy mendorong peran aktif tokoh agama, dai dan para mubalig untuk mengampanyekan protokol kesehatan.

"Kami mendorong peran aktif tokoh agama, dai dan juga para mubalig untuk senantiasa menjadi teladan untuk mengampanyekan dan mempraktikkan protokol kesehatan agar terhindar dari wabah COVID-19," terangnya.

Terlebih itu, Helmy Faishal juga meminta seluruh masyarakat, terkhusus warga NU untuk menghindari kegiatan-kegiatan yang bersifat berkumpul.

Helmy mengatakan, pengurus dapat mensosialisasikan imbauan pemerintah lewat sarana-sarana yang dimiliki.

"Antara lain dengan speaker, toa, media sosial dan lain sebagainya untuk mensosialisasikan protokol kesehatan," tandasnya.

Diketahui, Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, kasus aktif bertambah 4.793 kasus aktif dalam 24 terakhir. Data ini dapat diakses publik melalui laman covid19.go.id.

Jumlah kasus aktif diketahui dari pengurangan jumlah total pasien yang terinfeksi COVID-19 sejak kasus pertama diumumkan 2 Maret 2020 dengan jumlah total pasien yang sembuh dan meninggal dunia.

Data Satgas juga menunjukkan penambahan 12.990 kasus COVID-19. Dengan demikian jumlah pasien positif sampai saat ini tercatat 1.963.266 orang.

Kemudian, pasien yang dinyatakan sembuh dari COVID-19 bertambah 7.907 orang. Sehingga jumlah pasien sembuh kini 1.779.127 orang.

Sementara, jumlah pasien meninggal dunia bertambah 290 orang. Total kasus kematian akibat COVID-19 kini 54.043 orang.

Sebagai informasi, demi mencegah penularan Covid-19, menjaga jarak menjadi salah satu upaya yang cukup ampuh untuk.

Namun, upaya itu  dianggap kebiasaan baru yang paling sulit dilakukan karena menyadari manusia adalah makhluk sosial. 

Hal ini jelas menjadi tantangan, karena Covid-19 akan lebih mudah dimusnahkan bila masyarakat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. 

Oleh karena itu, wajib setiap orang untuk mentaati protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. 

Berikut adalah lima hal yang perlu dihindari kapan dan di manapun saat beraktivitas bersama orang lain: 

1. Selalu jaga jarak aman, minimal 1 meter (m) menghindari kerumunan.

 2. Selalu hindari kontak erat seperti bersalaman dan berpelukan. 

3. Selalu pakai masker menutupi hidung, mulut hingga dagu. 

4. Selalu cuci tangan pakai sabun atau cairan antiseptik. 

5. Selalu ikuti aturan pemerintah serta protokol di tempat umum dan usaha.[]

Bayu Primanda

https://akurat.co