Lifestyle

Woi, Jangan Dulu Bawa Anak ke Luar Rumah

Reisa Broto Asmoro mengingatkan para orang tua untuk tidak membawa anaknya keluar, untuk alasan apapun. Ia juga tidak menyarankan penggunaan masker ganda


Woi, Jangan Dulu Bawa Anak ke Luar Rumah
Ilustrasi membawa anak ke luar rumah saat pandemi (BBC)

AKURAT.CO, Tingginya angka kasus Covid-19 di Indonesia membuat pemerintah memutuskan untuk menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali. Pada masa PPKM ini, juru bicara pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Dokter Reisa Broto Asmoro, mengingatkan para orangtua untuk tidak membawa anaknya keluar, untuk alasan apapun.

"Belanja saja jangan diajak anaknya. Laju penularan sekarang lagi tinggi-tingginya. Jadi, jangan dibawa keluar. Tetap di rumah saja," kata Dokter Reisa dalam webinar kesehatan, Selasa, (20/7/2021).

Bahkan untuk vaksinasi rutin pun, Dokter Reisa menyarankan untuk menundanya terlebih dulu. Hal ini dinilai perlu dilakukan oleh para orangtua, mengingat kasus Covid-19 tengah melaju dengan cepat.

"Tunda sampai laju penularannya turun, baru nanti kita pertimbangkan melanjutkan vaksin yang harus dipenuhi," ujar Dokter Reisa.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa anak tidak disarankan untuk menggunakan masker ganda. Jadi, itu bukanlah solusi untuk membawa anak ke luar rumah. 

"Sebenarnya tidak disarankan dobel masker untuk anak," ucapnya.

Dokter Reisa sendiri menyadari bahwa anak kemungkinan besar akan bosan karena hanya di rumah saja. Apabila terpaksa, orangtua bisa membawanya ke ruang terbuka yang tidak ada orang. Selain itu, anak juga tetap wajib mengenakan masker.

"Kalau bosan, diajak ke tempat yang memang kosong, tidak ada orang, outdoor activity, hanya ada keluarga. Masih bisa dengan satu masker saja," ucapnya.

Adapun beberapa waktu belakangan, kasus Covid-19 pada anak mengalami peningkatan yang cukup drastis. Peningkatan kasus pada anak terjadi seiring meningkatnya klaster keluarga.

Ketua Umum IDAI, Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, mengatakan, data nasional menunjukkan konfirmasi Covid-19 pada anak berusia 0-18 tahun mencapai 12,5 persen. Mirisnya, 50 persen dari seluruh data anak yang meninggal adalah balita. 

"Artinya, 1 dari 8 kasus konfirmasi Covid-19 adalah anak-anak. Data IDAI juga menunjukkan case mortality (tingkat kematian) mencapai 3 persen – 5 persen, jadi kita memiliki tingkat kematian tertinggi di dunia,” ujar Aman Pulungan pada 18 Juni 2021 lalu.

Oleh sebab itu, Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan menegaskan kepada orangtua untuk menghindari membawa anak ke luar rumah selama masa pandemi ini.

“Kapan lagi kita jadi orangtua menyayangi anak? Jadilah orangtua saat pandemi! Dampingi anak-anak kita. Hindari membawa anak ke luar rumah, kecuali dalam keadaan mendesak," tukasnya.[]