News

Kasus COVID-19 Lagi Naik, Anak Buah Anies Izinkan Restoran dan Hotel Gelar Live Music

Izin live music hotel dan karaoke tertuang dalam Keputusan Kepala Disparekraf DKI Nomor 281 Tahun 2021.


Kasus COVID-19 Lagi Naik, Anak Buah Anies Izinkan Restoran dan Hotel Gelar Live Music
Pelanggan sedang memesan Ayam Goreng Ny. Suharti, di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (2/6/2020). Rumah makan Ayam Goreng Ny. Suharti semenjak pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) menerapkan physical distancing untuk para pelanggan yang mengantre pesanan untuk dibawa pulang. Jaga jarak aman ini dilakukan untuk memutus penyebaran virus Corona dan menghindari kerumunan banyak orang di luar area rumah makan. Pengunjung yang datang pun harus mencuci tangannya terlebih dahulu (AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengizinkan restoran dan hotel menggelar live music, kendati kasus COVID-19 kembali meroket usai libur Idul Fitri 1442 H. 

Sebelumnya, acara petunjukan musik secara langsung dilarang karena alasan pandemi COVID-19.

Regulasi yang memperbolehkan live musik tertuang dalam Keputusan Kepala Disparekraf DKI Nomor 281 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Berbasis Mikro Pada Sektor Usaha Pariwisata yang diterbitkan pada 31 Mei 2021. Restoran atau hotel yang ingin menggelar live music harus memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).

“Penyelenggaraan musik hidup yang menjadi fasilitas usaha restoran dan hotel dapat beroperasional,” demikian bunyi salah satu poin dalam surat yang ditandatangani Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disparekraf DKI Gumilar Ekalaya dikutip AKURAT.CO, Kamis (10/6/2021).

Mengantisipasi kerumunan pengunjung di sekitar panggung musik, Gumilar memberi sejumlah ketentuan, yakni memasang pembatas partisi atau flex glass pada area panggung. Laju jumlah pemusik juga diminta disesuaikan dengan ukuran panggung dan pengunjung tidak boleh menyumbang lagu atau dilarang naik ke atas panggung.

"Jumlah personel disesuaikan dengan luas panggung agar setiap orang bisa menjaga jarak dan tidak saling berdesakan."

Ketentuan lainnya adalah membatasi jumlah pengunjung hingga 50 persen dari kapasitas ruangan yang ada. Khusus restoran operasionalnya dibatasi hingga pukul 21.00 WIB.

“Untuk take away atau delivery service sesuai jam operasional / 24 jam,” tandasnya.

Patut diketahui kasus COVID-19 di Jakarta sekarang kembali meroket dari jumlah kasus di bawah 1.000 per hari, kini melonjak hingga 2.000 lebih kasus pada hari ini.

Dinas Kesehatan DKI telah mengkonfirmasi bahwa lonjakan kasus itu imbas libur panjang Lebaran tahun ini. Masyarakat diminta lebih waspada dan tetap menerapkan protokol kesehatan.[]

Arief Munandar

https://akurat.co