News

Kasus COVID-19 Jakarta Disorot Kapolda, Musni Umar: Jangan Dibawa ke Ranah Politik

Musni Umar mengatakan bahwa lonjakan kasus COVID-19 tidak hanya terjadi di DKI Jakarta.


Kasus COVID-19 Jakarta Disorot Kapolda, Musni Umar: Jangan Dibawa ke Ranah Politik
Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC), Prof Musni Umar. (Dokumentasi: Foto Akun Twitter @musniumar)

AKURAT.CO, Rektor Universitas Ibnu Chaldun Musni Umar mengatakan bahwa lonjakan kasus COVID-19 tidak hanya terjadi di DKI Jakarta. Namun, kata dia, hanya Jakarta yang paling disorot publik.

"Mengapa hanya Jakarta yang disorot, Jawa Tengah dan Jawa Barat semua rumah sakit untuk isolasi warga yang terpapar Covid sudah terisi 100%," kata Musni sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari akun Twitter @musniumar pada Sabtu (19/6/2021).

Musni berharap masalah pandemi COVID-19 tidak dipolitisasi. Dia berharap semua pihak bahu-membahu menyelesaikan pandemi COVID-19.

"Masalah Covid jangan dibawa ke ranah politik. Ayo berkolaborasi dan bersama lawan Covid-19," kata dia.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengklaim kondisi penyebaran COVID-19 di Ibu Kota masih bisa dikendalikan. Hal ini disampaikan Ariza -sapaan akrab Ahmad Riza Patria- saat menanggapi pernyataan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran yang menyebut bahwa kondisi Jakarta sedang tidak baik-baik saja. 

"Ya kasusnya tinggi, tapi semua masih dalam kendali," kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (18/6/2021).

Sebelumnya, Fadil Imran khawatir kondisi penyebaran COVID-19 di Jakarta berdampak terhadap ketersedian fasilitas kesehatan. 

Atas dasar itu, Kapolda meminta masyarakat tidak menganggap remeh virus corona. Dia berharap masyarakat meningkatkan kewaspadaan atas penularan COVID-19.

Selain itu, Kapolda berpesan agar semua pihak saling mengingatkan untuk taat terhadap protokol kesehatan.

"Sampaikan kepada masyarakat, Jakarta sedang tidak baik-baik saja. Mari jaga diri, jaga keluarga supaya taat prokes, supaya kita cepat keluar dari persoalan pandemi ini," ucapnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan kapasitas tempat tidur di seluruh rumah sakit khusus pasien COVID-19 kian menipis. Tingkat keterisian tempat tidur dari 106 rumah sakit sudah mencapai 70 persen.

Anies meminta warga Jakarta diam di rumah pada Sabtu-Minggu ini kalau tidak ada kegiatan yang mendesak. Sebab, mobilitas masyarakat di luar rumah berpotensi menambah parah lonjakan kasus harian COVID-19 di Ibu Kota.

"Kita tahu sekarang ini kapasitas di rumah sakit sudah semakin terbatas. Jangan sampai tertular, hindari bepergian yang tidak perlu nanti menyesal," kata Anies Baswedan dalam sebuah video dari Humas Balai Kota DKI yang diterima AKURAT.CO, Sabtu (19/6/2021).