News

Kasus COVID-19 DKI Meroket Pascalibur Lebaran, Sasar 988 Keluarga 

Dinas Kesehatan DKI Jakarta membenarkan adanya kenaikan kasus signifikan setelah libur Idul Fitri 1442 Hijriah.


Kasus COVID-19 DKI Meroket Pascalibur Lebaran, Sasar 988 Keluarga 
Aparatur Sipil Negara (ASN) saat mengikuti tes usap (swab test) di Kompleks Balai Kota Provinsi DKI, Jakarta Pusat, Jumat (15/1/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengakui adanya lonjakan kasus COVID-19 yang cukup signifikan di Ibu Kota usai libur Idul Fitri 1442 H.  

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia menyebut sejauh ini pihaknya sudahnya mengidentifikasi 2.008 kasus dari 988 keluarga yang terpapar corona. Mayoritas kasus ditemukan saat melakukan pelacakan di RT PPKM Mikro.

"Kenaikan kasus memang terjadi pascalibur Lebaran. Dari identifikasi klaster mudik hingga 10 Juni, terdapat 2.008 kasus positif dari 988 keluarga," kata Dwi ketika dikonfirmasi, Kamis (10/6/2021).

Di luar dari kasus corona terjadi karena interaksi saat Lebaran, total kasus corona yang ditemukan di Jakarta hingga hari ini mencapai 2.096 kasus. Naik signifikan jika dibandingkan pada pekan sebelumnya yang berkisar di angka 1.000 kasus.

"Untuk itu, kami mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan, jangan melonggarkan protokol kesehatan, karena penularan masih terus terjadi," tutur Dwi.

Adapun penyebaran 2.096 kasus positif dengan rincian, yaitu Kepulauan Seribu 2 kasus, Jakarta Barat 422 kasus, Jakarta Pusat 331 kasus, Jakarta Selatan 499 kasus, Jakarta Timur 637 kasus, dan Jakarta Utara 205 kasus.

Lebih lanjut, Dwi memaparkan, dari jumlah kasus positif tersebut, sebanyak 760 kasus atau 36 persen adalah orang tanpa gejala. Sedangkan, sebanyak 1.336 kasus atau 64 persen adalah pasien bergejala, dengan 232 orang di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit.

"Jika dilihat penambahan kasusnya merata, terjadi di 43 Kecamatan di DKI Jakarta, kecuali Kepulauan Seribu Utara. 5 Kecamatan penyumbang kasus terbanyak adalah Cengkareng 109 kasus, Cipayung 80 kasus, Jagakarsa 80 kasus, Duren Sawit 71 kasus, dan Kebon Jeruk 68 kasus," paparnya.[]