News

Kasus COVID-19 DKI Menggila, Pasien Tumpah Ruah Hingga ke Selasar RS  

Wagub DKI mengakui jumlah pasien memang berjubel sehingga banyak yang  dirawat di teras atau sepanjang selasar rumah sakit


Kasus COVID-19 DKI Menggila, Pasien Tumpah Ruah Hingga ke Selasar RS   
Tenaga kesehatan meninggalkan Graha Wisata Ragunan usai mengantarkan pasien COVID-19 dengan kategori orang tanpa gejala (OTG) di Jakarta, Senin (14/6/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Lonjakan kasus COVID-19 di DKI Jakarta sejak beberapa pekan belakangan membuat sejumlah rumah sakit kewalahan menampung pasien yang datang.

Jumlah pasien yang datang tidak seimbang dengan fasilitas kesehatan, membuat sejumlah pasien tidak bisa masuk dalam ruangan perawatan. Banyak pasien yang tumpah ruah di selasar rumah sakit.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria tidak manampik hal itu, dia mengakui jumlah pasien memang berjubel sehingga banyak yang dirawat di teras atau sepanjang selasar rumah sakit karena kamar sudah tidak ada yang kosong.

"Memang ada beberapa rumah sakit yang memang pasiennya sampai ke selasar," kata Ariza di Balai  Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (24/6/2021).

Ariza berdalih pasien yang tumpah ruah ke selasar rumah sakit itu terjadi lantaran masyarakat yang datang tidak mengecek terlebih dahulu kapasitas rumah sakit sebelum datang, ketika sampai ketujuan ternyata rumah sakit yang dituju sudah penuh kapasitasnya.

"Itu berproses karena ada yang masuk ada yang keluar, kemudian dia sakit langsung dibawa tanpa mengecek dulu apakah di rumah sakit itu penuh atau tidak, main dibawa saja pasiennya, sampai rumah sakit ternyata penuh. nah baru mereka mengecek mencari tempat yang kosong," ujarnya.

Kendati begitu, Ariza mengaku pihaknya masih bisa menangani pasien corona di Jakarta dengan baik, walau kapasitas 140 rumah sakit sudah sampai 90 persen, sedangkan tempat tidur ruang ICU sudah  mencapai 86 persen.

"Jadi tidak ada masalah, semua kita kendalikan dengan baik, di DKI sudah ada sistemnya. Ketersediaan tempat tidur memang ada peningkatan sampai 90 persen yang terpakai, ICU 86 ini sudah di atas rata-rata," ujarnya.

Ariza mengaku, saat ini pihaknya sedang menyiapkan sejumlah fasilitas milik Pemerintah Provinsi DKI untuk dijadikan tempat isolasi bagi pasien tanpa gejala dan bergejala ringan agar rumah sakit bisa difokuskan buat pasien bergejala berat, tempat alternatif ini terdiri dari wisma, gedung sekolah, hingga Gelanggang Olahraga Remaja.

"Kita sudah siapkan kurang lebih griya, wisma, rusun, kemarin sudah ditinjau oleh Kemenkes, Panglima dan Kapolri dan juga GOR. Tidak kurang dari 9.084 bed yang kami siapkan bagi kepentingan isolasi mandiri," tandasnya.[]