News

Kasus COVID-19 di Solok Bertambah 18 Orang

Pasien positif COVID-19 di Kabupaten Solok, Sumatera Barat bertambah 18 kasus sehingga sampai saat ini total warga terkonfirmasi virus menjadi 1.500 orang.


Kasus COVID-19 di Solok Bertambah 18 Orang
Petugas kesehatan dari Puskesmas Kecamatan Kembangan melakukan pengambilan lendir dengan metode swab test kepada petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) di gedung Srengseng Junction, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (22/6/2020). Swab test dan rapid test ini dilakukan secara gratis oleh Puskesmas Kecamatan Kembangan kepada warga setempat untuk mendeteksi penyebaran virus corona yang ada di kawasan tesebut (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Pasien positif COVID-19 di Kabupaten Solok, Sumatera Barat bertambah 18 kasus sehingga sampai saat ini total warga terkonfirmasi virus menjadi 1.500 orang.

"18 pasien yang dinyatakan positif tersebut pernah berkontak erat dengan pasien konfirmasi positif COVID-19 sebelumnya, saat ini 13 orang tengah menjalani karantina mandiri serta lima orang lainnya dirawat di rumah sakit," kata Juru Bicara COVID-19 Kabupaten Solok Syofiar Syam di Arosuka, Senin, (24/5/2021).

Ia menyebutkan penambahan pasien sembuh COVID-19 sebanyak 11 orang hingga hari ini total pasien sembuh di Kabupaten Solok mencapai 1.299 orang. Pasien tersebut dinyatakan sembuh setelah dua kali menjalani tes usap dengan hasil negatif.

Syam merincikan dari 1.500 warga Kabupaten Solok yang terkonfirmasi COVID-19, yakni terdiri atas 116 orang tengah menjalani karantina mandiri, dirawat di rumah sakit 35 orang, meninggal dunia 50 orang, dan sembuh 1.299 orang.

Selain itu, sampai saat ini hasil pemeriksaan spesimen yang sudah dilakukan sebanyak 16.442 orang dan sebanyak 1.684 berasal dari kegiatan tes massal Kabupaten Solok.

"Terkait zonasi daerah di Sumatera Barat pada Minggu ke-63 dari 23 hingga 29 Mei 2021, Kabupaten Solok masih dalam zona oranye atau risiko sedang COVID-19 dengan skor 2,18," ujar dia.

Selain itu, melihat Kabupaten Solok yang masih berada di zona oranye ia berharap agar masyarakat di daerah itu selalu mematuhi protokol kesehatan COVID-19, tetap memakai masker saat berinteraksi di luar rumah, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menjaga imunitas tubuh.

"Membolehkan beraktivitas bukan berarti wabah telah berakhir, untuk itu mari kita lakukan protokol COVID-19 dalam melaksanakan kegiatan dan aktivitas sehari-hari," ujar dia.

Menurut dia hal itu bertujuan untuk membentengi diri agar terhindar dari penyebaran COVID-19.

"Tetaplah menjaga kesehatan dan marilah kita konsisten serta disiplin mematuhi semua protokol kesehatan sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh pemerintah," ucap dia.[]

Sumber: Antara