News

Kasus Covid-19 di Sekolah Bertambah, Begini Sikap Pemprov DKI

Peningkatan kasus di sekolah memunculkan desakan dari berbagai organisasi agar PTM di Jakarta dievaluasi


Kasus Covid-19 di Sekolah Bertambah, Begini Sikap Pemprov DKI
Wagub DKI Jakarta, Riza Patria (AKURAT.CO/Yohanes Antonius )

AKURAT.CO  Pemprov DKI Jakarta kembali menegaskan sikapnya terkait pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Ibukota. Peningkatan jumlah kasus Covid-19 di sekolah tak membuat Pemprov DKI membatalkan kegiatan PTM. 

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan bahwa Jakarta memenuhi syarat untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran di sekolah.

Dia mengungkapkan bahwa hingga kemarin, sudah ada 15 sekolah yang terpaksa membatalkan pelaksanaan PTM 100 persen karena adanya 19 kasus. Pembatalan itu menyusul temuan kasus Covid-19 di sekolah. 16 orang diantaranya dialami siswa dan 3 orang lainnya dialami gitu. 

baca juga:

Peningkatan kasus di sekolah itu memunculkan desakan dari berbagai organisasi agar PTM di Jakarta dievaluasi. 

"Saya kira itu masukan baik, akan kami pertimbangkan (evaluasi PTM). Kami terus upayakan sekali lagi jumlah sekolah di Jakarta 10.429. Tidak bermaksud mengecilkan dan mengabaikan, adanya 15 sekolah atau 19 kasus di PTM, namun demikian PTM DKI memenuhi syarat melaksanakan PTM 100 persen terbatas," katanya kemarin (16/1/2022). 

Dia mengungkapkan bahwa syarat PTM 100 persen adalah status wilayah di level 1 atau dua. Lalu, syarat vaksin bagi tenaga kependidikan telah lebih dari 80 persen, dan vaksinasi terhadap Lansia telah melebihi 50 persen dari total populasi Lansia.

Di Jakarta, kata dia, vaksin terhadap tenaga pendidik sudah 91 persen, Lansia lebih dari 71 persen dan peserta didik sudah lebih dari 92 persen. 

"Jadi Jakarta memenuhi syarat PTM 100 persen," katanya. 

Untuk diketahui, PTM 100 Persen terbatas di Jakarta mulai diterapkan pada 3 Januari. Sejak pembelajaran tatap muka diberlakukan, para orang tua dan siswa antusias. Sebab, sudah lebih dari 1 tahun kegiatan di sekolah ditiadakan sebagai respons atas menjalarnya wabah Covid-19 di tanah air.[]