News

Kasus Covid-19 di Balikpapan Melonjak, Pendatang Baru Jadi ODP

Masyarakat diimbau tetap waspada


Kasus Covid-19 di Balikpapan Melonjak, Pendatang Baru Jadi ODP
Petugas memeriksa sampel peserta yang menjalani swab test atau tes usap antigen (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Sepekan setelah Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah yang jatuh 13 Mei pekan lalu, jumlah penambahan pasien positif COVID-19 Balikpapan naik kembali dibanding sebelum Idul Fitri.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Balikpapan yang juga juru bicara Satuan Tugas (Satgas Penanganan COVID-19) dr Andi Sri Juliarty, saat menjelang Lebaran, penambahan pasien positif mencapai titik terendah dalam tahun ini, antara 4-5 kasus.

“Sekarang, seperti pada angka hari ini, sementara penambahan mencapai 37 kasus,” kata dr Juliarty, Rabu (19/5/2021)

Di sisi lain, menurut Kadinkes, kenaikan ini belumlah drastis, apalagi bila dibandingkan penambahan angka positif COVID-19 bulan Maret lampau, misalnya, yang mencapai 150 pasien per hari.

Bahkan Satgas memprediksi angka tersebut bisa saja akan semakin naik, melihat aktivitas selama Idul Fitri kemarin mobilitas kerumunan orang lebih banyak terjadi.

“Karena itulah kita kembali mengetatkan PPKM Mikro,” kata dr Juliarty lagi.

Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di tingkat lingkungan itu kini termasuk pemantauan warga yang baru pulang mudik atau orang baru yang kini tinggal di Balikpapan. Mereka yang baru masuk Balikpapan itu pun diwajibkan memperlihatkan hasil tes cepat antigen.

Selain itu, vaksinasi juga terus digencarkan. Agar bisa melayani lebih cepat dan lebih banyak warga, alur layanan vaksinasi

Dipangkas menjadi hanya 2 meja saja dari sebelumnya 4 meja.

Menurut Kadinkes Juliarty, penyederhanaan alur vaksinasi itu untuk memudahkan masyarakat. Meja pertama pelayanan skrining dan vaksinasi, baru kemudian meja kedua observasi

“Pelayanan pola dua meja ini yaitu dimana meja pertama pemberian layanan skrining dan vaksinasi, kemudian meja kedua adalah pencatatan dan obeservasi,” jelas dr Juliarty. Rabu (19/05/2021).

Sebelumnya, dengan 4 meja, setelah registrasi di meja pertama, ada meja tensi di mana pasien diperiksa tekanan darahnya. Baru kemudian di meja ketiga divaksin, dan diobservasi di meja keempat selama 30 menit.

“Sekarang observasi cukup 15 menit. Saat registrasi masing-masing pasien juga sudah diberikan formulir yang menanyakan riwayat kesehatan yang bersangkutan dan harus diisi sendiri.

Lalu untuk masa observasi setelah divaksin, dari sebelumnya 30 menit kini hanya 15 menit. Sehingga proses vaksinasi bisa lebih cepat.[]