Lifestyle

Kasus BA.4 dan BA.5 Terus Bertambah, Bagaimana Pelaksanaan Iduladha?

Kasus dua subvarian Omicron, BA.4 dan BA.5 terus bertambah. Hal ini tentu membuat masyarakat bertanya-tanya, apakah kondisi ini bakal memengaruhi Iduadha?


Kasus BA.4 dan BA.5 Terus Bertambah, Bagaimana Pelaksanaan Iduladha?
Pekerja berjalan kaki di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (17/2/2022). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO  Beberapa hari belakangan kasus Covid-19 meningkat secara signifikan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa kondisi tersebut karena munculnya dua subvarian Omicron, BA.4 dan BA.5.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, tercatat ada 143 kasus BA.4 dan BA.5 di Indonesia per Kamis (23/6/2022).

baca juga:

Adapun sebaran kasus tersebut adalah 93 kasus di DKI Jakarta,  tiga kasus di Bali, 29 dari Jawa Barat, serta 13 kasus dari Banten.

"Berdasarkan Whole Genome Sequencing (WGS) kita sudah menemukan sebanyak 143 kasus, 21 diantaranya adalah subvarian BA.4 dan sisanya merupakan subvarian BA.5," kata , Juru Bicara Kemenkes RI dr Mohammad Syahril dalam konferensi virtual, dikutip AKURAT.CO, Jumat (24/6/2022).

"Ini akan terus-menerus kita lakukan WGS pada provinsi-provinsi yang memang kasusnya tinggi seperti Jakarta, Jawa Barat termasuk Bali dan rumah sakit yang merawat pasien Covid-19," ujarnya. 

Hal ini tentu membuat masyarakat waswas, apalagi sebentar lagi perayaan Iduladha. Terkait hal ini, Syahril mengakui bahwa pemerintah belum membuat kebijakan untuk pelaksanaan hari raya Idul Adha pada 9 Juli mendatang. 

"Tetap akan melalui pembahasan berbagai sektor dan stakeholder ya, semoga yang terbaik, mudah-mudahan bisa memasuki Idul Adha dengan happy bahagia," ujarnya. 

Syahril  melanjutkan bahwa semua pihak tentu mengharapkan tidak ada penambahan kasus lagi sehingga perayaan Iduladha bisa berjalan lancar.

Oleh sebab itu pula, Syahril mengingatkan masyarakat Indonesia untuk segera melengkapi vaksinasi Covid-19 hingga dosis ketiga, serta tetap patuh protokol kesehatan, terutama menggunakan masker. 

"Alhamdulillah saya harap jika tidak terjadi lonjakan kasus, maka dari itu karena penting kedisiplinan bersama dan vaksinasi," sambungnya.

Meskipun subvarian Omicron, BA.4 dan BA.5 ini tidak terlalu berat, Syahril mengingatkan masyarakat untuk selalu melindungi kelompok rentan seperti lansia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta (komorbid).

"Dengan maksud mereka-mereka ini apabila kena Corona maupun dengan subvarian BA.4 dan BA.5 ini tidak terlalu menjadi berat, sehingga tidak meningkatkan hospitalisasi maupun kematian," pungkasnya.