News

Kasus Asabri, Kejagung Periksa Komisaris PT Prima Jaringan

Direktur Utama PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi ditetapkan sebagai tersangka


Kasus Asabri, Kejagung Periksa Komisaris PT Prima Jaringan
Leonard Eben Ezer (AKURAT.CO/Ainurrahman)

AKURAT.CO, Penyidikan kasus dugaan korupsi dana PT Asabri terus bergulir di Gedung Bundar Kejaksaan Agung. Melengkapi berkas sembilan tersangka, penyidik kembali memeriksa sejumlah saksi dua hari berturut-turut.

Salah satu yang diperiksa adalah Komisaris PT Prima Jaringan berinisial LB. Dalam kasus Asabri, Direktur Utama PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi ditetapkan sebagai tersangka.

"Hari ini ada tiga orang saksi yang diperiksa," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kapuspenkum Kejagung RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Jumat (23/4/2021).

Tiga saksi yang diperiksa adalah AHM selaku Sales PT. Yuanto Sekuritas Indonesia, LB selaku Komisaris PT. Prima Jaringan dan AAS selaku Direktur Investasi PT. Victoria Manajemen Investasi.

Lalu pada Kamis (22/4), penyidik memeriksa lima saksi. Mereka adalah MR selaku Direktur PT. Binaartha Sekuritas, GP selaku Kepala Divisi Investasi PT. Asabri (Persero) periode Juni 2017 s/d Juli 2018, DAP selaku Fund Manager PT. Corfina Capital 2016-2018, SS selaku Presiden Direktur PT. Korea Investment Sekuritas Indonesia dan DA selaku Direktur Utama PT. Treasure Fund Investama.   

"Pemeriksaan terhadap saksi tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang dia dengar sendiri, dia lihat sendiri dan dia alami sendiri," kata Leo.

Dalam kasus ini ada sembilan yang jadi tersangka. Mereka adalah, mantan Direktur Utama PT Asabri, Mayor Jenderal (Pur) Adam R. Damiri, Letnan Jenderal (Pur) Sonny Widjaja, Heru Hidayat, Benny Tjokrosaputro atau Benny Tjokro, mantan Kepala Divisi Investasi Asabri (2012-2017), Ilham W. Siregar, Direktur Utama PT Prima Jaringan, Lukman Purnomosidi, mantan Kepala Divisi Keuangan dan Investasi (2012 – 2015), Bachtiar Effendi, mantan Direktur Investasi dan Keuangan (2013-2019), Hari Setiono serta Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation, Jimmy Sutopo. []

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu