News

Kasus Asabri, Dirut PT Ciptadana Asset Management Diperiksa Soal Reksadana Cipta Dinamis

Saksi juga digali soal Reksadana Cipta Balance


Kasus Asabri, Dirut PT Ciptadana Asset Management Diperiksa Soal Reksadana Cipta Dinamis
Tampak suasana Kantor Pusat PT ASABRI (Persero) di Jalan Mayjen Soetoyo, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (15/1/2020). Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menduga ada sebesar Rp10 triliun dari yayasan yang dikumpulkan dari para prajurit TNI. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Penyidik Kejaksaan Agung memeriksa Direktur Utama PT. Ciptadana Asset Management berinisial PKR dalam kasus dugan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asabri. Saksi diperiksa soal pengelolaan investasi PT Asabri (Persero) pada produk Reksadana Cipta Dinamis Proteksi II.

"Saksi juga digali soal Reksadana Cipta Balance di PT. Ciptadana Asset Manajemen," kata Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung dalam rilisnya dikutip AKURAT.CO, Sabtu (8/5/2021).

Saat yang sama, penyidik memeriksa dua tersangka dalam kasus Asabri. Mereka adalah Tersangka IWS selaku Kepala Divisi (Kadiv) Investasi PT. Asabri (Persero) periode Juli 2012 s/d Januari 2017.

Kemudiaj Tersangka HS selaku Direktur Investasi dan Keuangan PT. Asabri (Persero) periode 2013 s/d 2014 dan 2015 s/d 2019. 

"Kedua Tersangka diperiksa di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tangerang, Kecamatan Jambe, Tangerang, Banten," kata Leo.

Dalam kasus ini, penyidik telah menyerahkan berkas 9 tersangka kepada Jaksa Penuntut Umum untuk diteliti. Namun Jaksa Peneliti masih mengembalikan berkasnya untuk dilengkapi lagi mengenai kelengkapan syarat formal maupun kelengkapan syarat materiil.

Adapun kronologinya, yakni dalam kurun waktu tahun 2012 sampai dengan tahun 2019, PT Asabri (Persero) telah melakukan penempatan investasi dalam bentuk pembelian saham maupun produk Reksa Dana kepada pihak-pihak tertentu.

Penempatan investasi ini dilakukan melalui sejumlah nominee yang terafiliasi dengan Bentjok dan Heru Hidayat tanpa disertai dengan analisis fundamental dan analisis teknikal serta hanya dibuat secara formalitas.

Direktur Utama, Direktur Investasi dan Keuangan, Kepala Divisi Investasi sebagai pejabat yang bertanggung jawab di PT Asabri (Persero) justru melakukan kerja sama dengan Bentjok dan Heru Hidayat dalam pengelolaan dan penempatan investasi PT Asabri (Persero) dalam bentuk saham dan produk Reksa Dana yang tidak disertai dengan analisis fundamental dan analisis teknikal.

"Investasi tersebut melanggar ketentuan Standar Opersional Prosedur (SOP) dan Pedoman Penempatan Investasi yang berlaku pada PT Asabri (Persero)," ungkap Leo.

Atas dasar hal tersebut, terdapat perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh direktur utama (Dirut), direktur investasi dan keuangan, kepala divisi investasi yang menyetujui penempatan investasi PT Asabri (Persero) tanpa melalui analisis fundamental dan analisis teknikal.

Penempatan investasi tersebut hanya berdasarkan analisa penempatan Reksa Dana yang dibuat secara formalitas, bersama-sama dengan Bentjok selaku Direktur PT Hanson Internasional, Heru Hidayat selaku Direktur PT Trada Alam Minera dan Direktur PT Maxima Integra, Lukman Purnomo (LP) selaku Direktur PT Eureka Prima Jakarta Tbk, SJS selaku Konsultan, ES selaku nominee, RL selaku Komisaris Utama PT Fundamental Resourches dan Beneficiary Owner, dan B selaku nominee BTS saham SUGI melalui nominee ES.

Ulah tersebut mengakibatkan adanya penyimpangan dalam investasi saham dan Reksa Dana PT Asabri dan mengakibatkan kerugian sebesar Rp23,7 triliun lebih. []

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co