News

Kasihan, Orangutan yang Ditembaki Warga Itu Kini Matanya Buta

Kasihan, Orangutan yang Ditembaki Warga Itu Kini Matanya Buta
Orangutan Sumatra (Pongo Abelii) (Dokumentasi)

AKURAT.CO, Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam menemukan Orangutan Sumatra (Pongo Abelii) bernama Paguh dalam keadaan tubuh penuh peluru senapan angin di perkebunan masyarakat, Desa Gampong Teungoh, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, Aceh, Rabu (20/11/2019).

"Tiba di lokasi tim menemukan seekor individu orangutan sudah berada di tanah, kondisinya seperti tidak dapat melihat, dan berada di perkebunan rakyat yakni kebun sawit di daerah Trumon," kata Ketua Yayasan Orangutan Sumatra Lestari - Orangutan Information Centre Panut Hadisiswoyo, Kamis (28/11/2019).

Temuan ini kemudian dilaporkan kepada Yayasan Orangutan Sumatra Lestari - Orangutan Information Centre  agar orangutan segera dievakuasi. Pada sore harinya, HOCRU mengevakuasi estelah membius orangutan berumur 25 tahun itu.

baca juga:

Hasil pemeriksaan tim Stasiun Karantina Orangutan Batu Mbelin Sibolangit, di tubuh orangutan terdapat 24 peluru.

Panut mengatakan terjadinya konflik satwa dengan orang Desa Gampong Teungoh karena habitat orangutan semakin terganggu.

Kasihan, Orangutan yang Ditembaki Warga Itu Kini Matanya Buta - Foto 1
Orangutan Sumatra. Dokumentasi

Kawasan Suaka Marga Satwa Rawa Singkil terdapat lebih 1.300 orangutan. Ada beberapa tempat yang sudah mengalami divorestasi akibat pembukaan lahan perkebunan sehingga beberapa orangutan terdesak harus keluar dari habitat mereka.

"Dimana Suaka Marga Satwa Rawa Singkil ini merupakan habitat Orangutan Sumatra yang ada di wilayah Aceh Selatan dan Singkil. Akibat habitat yang terganggu, mereka harus ke luar dan terjebak di dalam kebun dan terjadilah banyak interaksi dengan manusia," kata dia.

Penyebutan konflik dengan manusia sebenarnya radikal. Sebab, sebenarnya orangutan yang kehilangan habitatnya kemudian mendapat interaksi yang sangat frontal.

"Selanjutnya sebagian masyarakat menganggap ini sebagai hama dan juga sebagai satwa yang menakutkan dan tanpa toleransi dengan melakukan penindakan," kata Panut.

Panut menjelaskan untuk saat ini orangutan yang terluka itu mendapat perawatan di Stasiun Karantina Orangutan Batu Mbelin Sibolangit, Sumatera Utara. Petugas masih ragu apakah orangutan itu masih bisa dilepasliarkan atau tidak karena matanya telah buta.

"Kondisinya hanya berada di karantina untuk proses penyembuhan, tapi saya sendiri tidak yakin kalau mata sudah buta bisa pulih kembali," kata dia. []