Rahmah

Kasih Sayang Nabi Menelisik ke Seluruh Alam


Kasih Sayang Nabi Menelisik ke Seluruh Alam
Tampak puing bangunan pemakaman dari era Mamluk yang dihancurkan oleh pemerintah Kota Kairo, Mesir, Kamis (29/7/2020). Demi membangun jalan layang, pemerintah setempat menghancurkan makam bersejarah yang diduga dari era Kesultanan Mamluk. Kesultanan Mamluk adalah negara independen terakhir di Mesir sebelum didirikannya Dinasti Muhammad Ali pada tahun 1805. (REUTERS/Mohamed Abd El Ghany)

AKURAT.CO, Nabi Muhammad dikenal sebagai Nabi yang memiliki sikap kasih sayang yang tinggi. Ia dijuluki sebagai Nabi yang diutus untuk seluruh alam. Nabi tidak sekalipun berperilaku membenci atau dengki kepada siapapun.

Dengan para sahabatnya, Nabi dikenal sebagai pribadi yang pemurah. Tidak ada satu sahabatnya pun yang merasa disakiti olehnya. Tidak ada seorang pun dari mereka yang pernah diperlakukan dengan tidak hormat.

Tidak hanya menyayangi sahabatnya yang dewasa, beliau dikenal sebagai Nabi yang penyayang kepada anak-anak. Suatu hari ketika Hari Raya Idul Fitri, Nabi menganggap seorang anak Yatim sebagai anaknya karena melihatnya sedang menangis sendirian.

Tidak hanya kepada sesama Muslim, Nabi Muhammad juga penyayang kepada non Muslim. Suatu hari di depan Masjid Madinah, ada seorang pengemis dari Yahudi yang matanya buta. Setiap hari kepadanya, Nabi selalu memberikan makan, bahkan menyuapinya.

Kepada yang tidak berakal pun, Nabi menyayangi. Suatu hari ketika sedang lewat di depan jalan rumah seorang sahabatnya, beliau melepaskan Binatang Kijang yang sedang diikat di sebuah pohon. Di mana diketahui, binatang tersebut hasil buruan sahabatnya itu. Setelah negosiasi dengan sahabat tersebut, Nabi membebaskannya.

Begitulah akhlak Nabi kepada siapapun. Nabi selalu bertindak sebagaimana ucapannya. Bahwa menurutnya, bukan termasuk golonganku orang yang tidak menyayangi yang kecil dan tidak menghormati yang besar.

Kalau bukan meneladani pribadi Nabi, kepada siapa kita harus meniru pribadi seseorang? Nabi Muhammad adalah pribadi yang sempurna, yang tidak memiliki cacat dalam hidupnya. Semoga bulan Muharram tahun ini bisa menuntun kita untuk terus meneladani Nabi. Amin[]