Rahmah

Kasi Kurikulum LD PBNU Jelaskan Kenapa Waktu Malam Lailatul Qadar Tidak Ditentukan Pasti

Keutamaan malam Lailatul Qadar


Kasi Kurikulum LD PBNU Jelaskan Kenapa Waktu Malam Lailatul Qadar Tidak Ditentukan Pasti
Ustaz Utsmani Abdulbari salam kultum Ramadan

AKURAT.CO Salah satu keistimewaan bulan Ramadan adalah adanya malam Lailatul Qadar, yang oleh para ulama dinyatakan akan terjadi pada 10 terakhir bulan Ramadan. 

Dalam kultum Ramadan Akurat.co, Usmani Abdul Bari, M.Ag, Kasi Kurikulum PDP LD PBNU (Pendidikan Dai Penggerak Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), menjelaskan bahwa ayat Al-Qur'an yang menjadi dasar adanya malam Lailatul Qadar adalah surah Al-Qadr.

Mengutip keterangan Ibn 'Abbas, kata Ustaz Utsmani, sebab musabab adanya malam Lailatul Qadar ialah adanya seorang sahabat Nabi bernama Syam'un. Ia adalah sahabat yang telah berperang selama 1000 bulan. Pada pagi hari ia berpuasa. Kemudian di waktu malamnya ia selalu salat. Bahkan, matanya lagi, Sam'un diberi kekuatan sehingga ia tidak tertandingi oleh siapapun. 

Kata Kepala Madrasah Tsanawiyah Hidayatul Mubtadi'aat itu, para sahabat bertanya kepada Rasulullah tentang adakah amalan yang lebih utama dibanding pahala yang didapatkan oleh Sam'un. Maka kemudian turunlah surah Al-Qadr yang menegaskan adanya malam Lailatul Qadar.

"Dari pertanyaan sahabatnya itu, Rasulullah menjawab bahwa barang siapa yang pada malam Lailatul Qadar melakukan salat dua raka'at dan setiap rakaat membaca Al-Ikhlas 27 kali, kemudian setelah salam membaca istighfar. Maka Allah akan utus malaikat mendoakan pengampunan untuk dia dan kedua orangtuanya." kata beliau.

Namun demikian, sambung Ustaz Utsmani, para ulama berbeda pendapat soal ketentuan tibanya malam Lailatul Qadar. Tidak ada satupun dari mereka yang menentukan kapan tibanya waktu malam Lailatul Qadar. Meskipun mayoritas mengatakan terjadi pada 10 akhir bulan Ramadan.

"Alasan mengapa malam Lailatul Qadar disembunyikan dan tidak ada satu ulama pun yang bisa memastikan agar orang-orang Islam lebih giat lagi dalam beribadah di 10 terakhir bulan Ramadan." ungkapnya.

Kepala Madrasah Tsanawiyah Hidayatul Mubtadi'aat Cipondoh Kota Tangerang itu juga menyebut bahwa malam Lailatul Qadar tidak hanya terjadi di Masjid dan Musholla, tetapi di manapun. Dengan syarat siapapun harus sedang dalam beribadah yang khusyu.[]

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu