News

Kasbi: Omnibus Law Bikin Rakyat Menderita

UU Omnibuslaw dibuat dengan cara yang cepat dan mengesampingkan rasa kemanusiaan dan kesejahteraan


Kasbi: Omnibus Law Bikin Rakyat Menderita
Para elemen buruh yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat atau Gebrak menggelar aksi unjuk rasa pada Sabtu (21/5/2022) di Patung Kuda, Jakarta Pusat (AKURAT.CO/Anisha Aprilia)

AKURAT.CO, Ketua Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi) Nining Elitos mengatakan dibuatnya UU Omnibuslaw merupakan bentuk penderitaan yang nyata bagi rakyat.

Hal ini dikarenakan UU Omnibuslaw dibuat dengan cara yang cepat dan mengesampingkan rasa kemanusiaan dan kesejahteraan rakyat. 

"Omnibuslaw UU cipta kerja dibuat secara ugal-ugalan yang sangat tidak demokratis kemudian dibuat dalam waktu yang sangat singkat seperti kemerdekaan Indonesia gitu ya dibuat dalam tempo yang sesingkat-singkatnya tetapi mengabaikan aspek kemanusiaan kesejahteraan rakyat," katanya di sela unjuk rasa di Patung Kuda, Jakarta, Sabtu (21/5/2022). 

baca juga:

Ia mengatakan UU Omnimbus Law tidak berpihak kepada rakyat. Menurutnya, Omnibuslaw tak hanya berpengaruh pada kaum buruh saja melainkan kaum muda yang saat ini bekerja sebagai freelance, magang, dan kontrak.

"Omnibus Law hanya kepentingan segelintir orang dan kepentingan investasi," ujarnya.

Ia menilai kebijakan-kebijakan ini membuat rakyat kehilangan pekerjaan dan membuat rakyat semakin tidak memiliki kepastian kerja.

Sebagaimana diketahui, para elemen buruh yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat atau Gebrak menggelar aksi unjuk rasa pada Sabtu (21/5/2022) di Patung Kuda, Jakarta Pusat. 

Aksi tersebut dilakukan dalam rangka memperingati 24 tahun reformasi dan Hari Pendidikan Nasional. 

Dalam demo tersebut, Gebrak membawa beberapa tuntutan, mulai dari pencabutan omnibus law hingga menghentikan sistem kerja kontrak.