News

Kasasi Ditolak, Bentjok Cs Dieksekusi ke Lapas

Jaksa eksekutor akan segera menuntaskan eksekusi pidana denda, barang bukti, biaya perkara masing-masing terpidana


Kasasi Ditolak, Bentjok Cs Dieksekusi ke Lapas
Tersangka dugaan kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya yang juga Direktur Utama PT Hanson, Benny Tjokrosaputro, saat ditemui usai diperiksa di Gedung Kejagung RI, Jakarta, Selasa (25/2/2020) (AKURAT.CO/Faqih Fathurrahman)

AKURAT.CO, Terpidana kasus Jiwasraya dieksekusi ke lembaga pemasyarakatan (Lapas) setelah upaya kasasi ditolak Mahkamah Agung. Eksekusi dilakukan tim jaksa eksekutor dari Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Rabu kemarin.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak menjelaskan eksekusi terhadap enam terpidana perkara Jiwasraya dilakukan setelah tim jaksa penuntut umum menerima petikan putusan kasasi dari MA.

Keenam terpidana yang dieksekusi adalah Benny Tjokrosaputro (Bentjok), Syahmirwan, dan Joko Hartono Tirto yang dieksekusi ke Lapas Cipinang, kemudian Heru Hidayat, Hary Prasetyo, dan Hendrisman Rahim dieksekusi ke Rutan Salemba.

"Jaksa eksekutor akan segera menuntaskan eksekusi pidana denda, barang bukti, biaya perkara masing-masing terpidana sesuai putusan perkara a quo," ujar Leo.

Ia melanjutkan, upaya hukum luar biasa berupa Peninjauan Kembali (PK) yang mungkin akan diajukan oleh para terpidana ataupun penasihat hukumnya tidak menangguhkan eksekusi sebagaimana diatur dalam Pasal 66 Ayat (2) UU No. 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung sebagaimana telah diubah dengan UU No. 5 Tahun 2004.

"Pasal tersebut yakni 'permohonan peninjauan kembali tidak menangguhkan atau menghentikan pelaksanaan putusan Pengadilan'," ujarnya.

Menurut Leo, Kejaksaan mengharapkan semoga hal ini menjadi sejarah baru dalam penanganan tindak pidana korupsi di Indonesia dan dapat membuktikan bahwa Kejaksaan sangat serius dan telah melaksanakan segala tahapannya secara profesional.

"Kami mohon selalu dukungan pers serta masyarakat Indonesia untuk mengawal langkah kami ke depan dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi," ujarnya.

Berikut ini amar putusan MA terhadap enam terdakwa perkara Jiwasraya:

1. Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2931 K/Pid.Sus/2021 tanggal 24 Agustus atas nama Terdakwa Heru Hidayat, menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi baik Terdakwa maupun Penuntut Umum.

2. Putusan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2933 K/Pid.Sus/2021 tanggal 24 Agustus atas nama Terdakwa Hary Prasetyo, menjatuhkan pidana penjara selama 20 tahun dan pidana denda sebesar Rp1 miliar dengan ketentuan jika denda tidak dibayar maka kepada terdakwa dikenakan pidana pengganti pidana denda berupa pidana kurungan selama 6 bulan.

3. Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 2935 K/Pid.Sus/2021 tanggal 24 Agustus atas nama Terdakwa Hendrisman Rahim, menjatuhkan pidana penjara selama 20 tahun dan pidana denda sebesar Rp1miliar dengan ketentuan jika denda tidak dibayar maka kepada terdakwa dikenakan pidana pengganti pidana denda berupa pidana kurungan selama 6 bulan.

4. Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2937 K/Pid.Sus/2021 tanggal 24 Agustus atas nama Terdakwa Benny Tjokrosaputro, menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi baik Terdakwa maupun Penuntut Umum.

5. Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2939 K/Pid.Sus/2021 tanggal 24 Agustus atas nama Terdakwa Syahmirwan, menjatuhkan pidana penjara selama 18 tahun dan pidana denda sebesar Rp1 miliar dengan ketentuan jika denda tidak dibayar maka kepada terdakwa dikenakan pidana pengganti pidana denda berupa pidana kurungan selama 6 bulan.

6. Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2971 K/Pid.Sus/2021 tanggal 24 Agustus atas nama Terdakwa Joko Hartono Tirto, menjatuhkan pidana penjara selama 20 tahun dan pidana denda sebesar Rp1 miliar dengan ketentuan jika denda tidak dibayar maka kepada terdakwa dikenakan pidana pengganti pidana denda berupa pidana kurungan selama 6 bulan.[]