Olahraga

Karnaval Tenis di Antara Cahaya Listrik Kota New York


Karnaval Tenis di Antara Cahaya Listrik Kota New York
Stadion Arthur Ashe akan menjadi arena utama turnamen Amerika Serikat Terbuka 2019. (STEVE FURGAL'S)

AKURAT.CO, Memasuki pekan terakhir Agustus, pencinta tenis level tertinggi akan masuk ke dalam atmosfer megapolitan turnamen grand slam terakhir sepanjang tahun: Amerika Serikat (AS) Terbuka 2019. Suasana kota tersibuk dunia, New York, akan memberikan suasana khas untuk AS Terbuka.

Tahun ini, AS Terbuka telah dimulai pada 19 Agustus mempertandingkan fase kualifikasi. Namun, malam pembukaan bakal digelar pada Senin (26/8) dan akan berakhir pada Minggu (8/9).

Berawal dari Kejuaraan Tenis Nasional AS yang hanya mempertandingkan tunggal putra dan ganda putra di Newport, Rhode Island, AS, pada 1881, turnamen ini dipindahkan ke Pusat Asosiasi Tenis Nasional AS di Flushing Meadows, New York, sejak 1978.

Untuk membandingkannya dengan turnamen tenis klasik lain yang mengambil tempat di ibukota Inggris, London, Wimbledon, AS Terbuka sangat merepresentasikan kultur masyarakat Amerika. Jika Wimbledon dikenal karena tradisi dan sopan-santunnya, maka AS menjadi unik karena keriuhannya.

Karnaval Tenis di Antara Cahaya Listrik Kota New York - Foto 1
Salah seorang penonton seraya menggendong anaknya di AS Terbuka 2019. US OPEN.

Di Flushing Meadows, Amerika menyajikan suasana layaknya karnaval dengan jajaran truk makanan serta sajian musik yang menjadi trademark negara tersebut. Pada edisi kali ini, aktor musikal yang baru saja merilis album debutnya pada Maret silam, Ben Pratt, akan tampil pada malam pembuka.

Penampilan musik di malam perdana menjadi hiburan yang suasananya sulit dicari di turnamen manapun. Musisi seperti Lenny Kravitz, Shania Twain, dan Phil Collins pernah mengumandangkan karya mereka dalam turnamen dengan hadiah total sebesar 57,34 juta Dollar AS atau sekitar Rp817,6 miliar.

“Jika Anda terjebak di luar lapangan, semoga beruntung. Itu seperti turnamen yang berbeda,” kata finalis AS Terbuka 1997, Greg Rusedski, sebagaimana dipetik dari The Telegraph.

“Anda bisa mendengar musik berkumandang, kedai hamburger dan hot dog di seberang lapangan. Itu membuat Anda terus-menerus lapar, tapi itu juga menjadi vital untuk menjaga fokus. Semuanya bergerak dan membesar.”

Karnaval Tenis di Antara Cahaya Listrik Kota New York - Foto 2
Suasana di Flushing Meadows, New York, 24 Agustus lalu. US OPEN.

Di AS Terbuka, penonton tak segan berteriak dan menyanyikan lagu yang diputar penyelenggara bersama-sama saat pergantian pemain. Penonton juga tidak segan mendatangi dan mengajak pemain berbincang atau sekadar memberikan saran.

Kendati demikian, lonjakan harga tiket tak terhindarkan untuk turnamen sekelas grand slam ini. Tahun ini, penonton bisa mendapatkan tiket mulai dari harga 80 Dollar AS atau sekitar Rp1,8 juta hingga tiket termahal senilai 3.800 Dollar AS atau sekira Rp54,3 juta.

Namun demikian, meski datang dengan tiket termurah, duduk di kursi tribun stadion utama, Arthur Ashe, teratas juga menyajikan pemandangan lain. Suporter bisa mendapatkan pemandangan ala kartu pos dengan garis langit Kota New York dengan matahari terbenam yang memesona.

Karnaval Tenis di Antara Cahaya Listrik Kota New York - Foto 3
Cori Gauff saat berlatih di arena AS Terbuka 2019. US OPEN.

“Ashe tampak tak berujung,” kata Rusedski. “Saya naik ke tribun teratas dan melihat ke bawah. Itu seperti Anda main video game karena lapangan tampak sangat kecil jadi sangat mencolok. Benar-benar luar biasa.”

Tahun ini, Novak Djokovic dan Naomi Osaka akan menjadi pusat perhatian karena mereka adalah juara bertahan. Namun demikian, sejumlah kejutan bakal dinanti dengan nama besar lain seperti Serena Williams, Simona Halep, Rafael Nadal, dan tentu saja petenis tuan rumah yang mengejutkan Wimbledon lalu, Cori “Coco” Gauff.[]