Olahraga

Karena Pandemi, Osaka Mulai Ragu Soal Olimpiade

Naomi Osaka,menyatakan keraguannya dengan penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 disebabkan pandemi virus corona (COVID-19).


Karena Pandemi, Osaka Mulai Ragu Soal Olimpiade
Naomi Osaka meraih gelar Australia Terbuka 2021 setelah mengalahkan petenis Amerika Serikat Jennifer Brady, di Melbourne Park, Australia, Sabtu (20/2/2021). (USATODAYSPORTS/Danielle Parhizkaran)

AKURAT.CO, Petenis ranking dua dunia pemilik empat gelar grand slam, Naomi Osaka, menyatakan keraguannya dengan penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 disebabkan pandemi virus corona (COVID-19). Osaka merasa belum yakin apakah Olimpiade Tokyo tetap harus digelar.

“Saya seorang atlet, dan tentu saja pikiran selintas saya adalah saya ingin bermain di olimpiade. Tetapi sebagai seorang manusia, saya bakal bilang kita di dalam pandemi, dan jika orang-orang tidak sehat, dan jika mereka merasa tidak aman, maka itu jelas kekhawatiran besar,” kata Osaka sebagaimana dipetik dari BBC.

“Jujur saja, saya tidak terlalu yakin (Olimpiade Tokyo) mesti dilaksanakan.”

Pernyataan ini cukup mengguncang mengingat Osaka akan tampil mewakili tuan rumah di Olimpiade Tokyo nanti. Selain itu, petenis berusia 23 tahun itu juga sudah ditunjuk sebagai duta internasional Olimpiade Tokyo.

Olimpiade Tokyo sedianya akan mengambil jadwal pada 23 Juni–8 Agustus 2021 yang merupakan jadwal tunda dari tahun lalu. Penonton internasional tidak diizinkan datang sementara keputusan untuk mengizinkan penonton lokal baru akan diumumkan pada Juni nanti.

“Saya tidak pernah main di olimpiade, jadi ini bukan sesuatu yang bisa saya bandingkan (dengan perhelatan lainnya),” kata Osaka.

“Saya bakal merasa, tentu saja, sedikit lebih sedih, tetapi pada akhirnya, adalah sebuah kehormatan untuk bermain di olimpiade untuk pertama kali dan jika itu ditujukan untuk membuat orang tetap sehat, maka saya ikut saja (jika Olimpiade digelar tertutup).”

Pernyataan ini disampaikan Osaka menyusul naiknya kasus penularan virus corona (COVID-19) di Tokyo dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah Tokyo bahkan saat ini sedang menerapkan status darurat COVID-19.

Selain itu, jajak pendapat terakhir menunjukkan bahwa 60 persen responden masyarakat Jepang menyatakan bahwa Olimpiade Tokyo tak seharusnya dilaksanakan.

Selain Osaka, mantan petenis ranking satu dunia dengan rekor 23 gelar grand slam, Serena Williams, juga belum memutuskan apakah bakal terbang ke Jepang untuk bermain di olimpiade. Williams mengatakan banyak yang harus dipertimbangkan sebelum ke Tokyo.

“Saya belum berpikir banyak tentang Tokyo, karena ini seharusnya tahun lalu dan sekarang menjadi tahun ini, dan kemudian ada pandemi ini dan banyak yang harus dipikirkan,” kata Williams.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co