Lifestyle

Ancaman Omicron, Pemerintah Akan Perbarui Daftar Negara yang Bisa Berwisata ke Indonesia

Ditengah penyebaran varian virus Covid-19 Omicron, pemerintah akan memperbarui daftar warga negara asing mana saja yang boleh memasuki Bali dan Kepri


Ancaman Omicron, Pemerintah Akan Perbarui Daftar Negara yang Bisa Berwisata ke Indonesia
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno saat berkunjung ke Pesantren Alam di Desa Wisata Religi Bubohu, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Sabtu (15/11/2021). (AKURAT.CO/Dok Istimewa)

AKURAT.CO Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, menyatakan bahwa pemerintah waspada sekaligus mengantisipasi masuknya varian Omicron ke Indonesia. 

Meski masih memerlukan studi lanjutan, menurut Sandiaga Uno, pemerintah memastikan akan memperbarui daftar warga negara asing mana saja yang boleh memasuki Bali dan Kepulauan Riau (Kepri) untuk kepentingan berwisata.

Pembaruan daftar negara yang boleh mengunjungi langsung Indonesia, khususnya Bali dan Kepri itu, untuk menghindari lonjakan kasus Covid-19 baru, seperti kejadian gelombang kedua Covid-19 pada Juli - Agustus 2021. 

Evaluasi pembukaan secara berkala itu, kata dia, akan dikoordinasikan dengan Kemenko Marves dan Kementerian Luar Negeri.

"Pasti ada dampaknya (terhadap sektor pariwisata dan ekraf), dan sore ini akan ada evaluasi PPKM dan penyiapan mitigasi dari varian Omicron dan akan diumumkan setelah ratas oleh Menko Perekonomian, Menko Marves, dan Menteri Kesehatan," ujar Sandiaga Uno, dalam Weekly Press Briefing, pada Senin (29/11).

Tak hanya itu, Sandiaga juga meminta wisatawan nusantara harus meningkatkan protokol kesehatan, terlebih saat memasuki PPKM Level 3 yang akan berlaku pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. 

Dia juga mengimbau seluruh pelaku sektor parekraf meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian, untuk mengantisipasi varian Covid-19 Omicron

"Omicron berpotensi memiliki daya penyebaran jauh lebih tinggi dari Delta. Delta kita lihat sendiri pada Juli-Agustus, begitu besar dampaknya, capai 50 ribu per hari," sambung Sandiaga.

Seperti diketahui, varian omicron belum teridentifikasi masuk ke Indonesia. Namun, Hong Kong dan Belgia sudah terdeteksi varian tersebut.