Rahmah

Karena Nama Depan, Ketua MUI Ceritakan Dirinya saat Diinterogasi Imigrasi Singapura 

Kiai Cholil harus diinterogasi selama kurang lebih dua jam oleh pemerintah Singapura lantaran nama Muhammad di depannya.


Karena Nama Depan, Ketua MUI Ceritakan Dirinya saat Diinterogasi Imigrasi Singapura 
Ketua MUI Pusat Bidang Dakwah dan Ukhuwah (Tangkapan Layar YouTube TVNU)

AKURAT.CO Ketua MUI Pusat Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Muhammad Cholil Nafis menceritakan pengalaman kurang mengenakkan saat berkunjung ke Singapura pada tahun 2007. Kala itu, pria yang akrab disapa Kiai Cholil ini harus diinterogasi selama kurang lebih dua jam oleh pemerintah Singapura lantaran nama Muhammad di depannya.

"Saya pernah tahun 2007 dari Malaysia naik kereta ke Singapore diintrogasi 2 jam lebih di imigrasi krn nama saya di paspor awalan Muhammad," tulis Kiai Cholil dalam akun Twitter pribadinya @cholilnafis, Rabu,(18/05/2022).

Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah Depok itu menyarankan kepada pemerintah Singapura untuk tidak berburuk sangka kepada warga negara lain. Karena itu, pihaknya meminta agar negara Singapura harus diprotes.

baca juga:

"Singapore jangan berburuk sangka kepasa warga negara tetangganya. Prilaku ini Harus diprotes," imbuh Kiai Cholil yang juga merupakan Rais Syuriah PBNU itu.

Sebelumnya, melalui Instagram pribadinya @ustadzabdulsomad_official, UAS mengunggah swafoto dirinya yang sedang berada di sebuah ruangan kecil bertembok putih.

Ustaz Abdul Somad di dalam foto itu tampak mengenakan baju koko berwarna abu-abu tua, masker, dan topi. Dalam caption foto itu, ia mengatakan dirinya berada di ruangan dengan luas sekitar 1x2 meter dan dikurung seperti di dalam penjara.

"UAS di ruang 1x2 meter seperti penjara di imigrasi, sebelum dideportasi dari Singapore," demikian tulis UAS dikutip dari akun Instagram @ustadzabdulsomad_official, Selasa (17/5/2022). 

Sementara Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Suryo Pratomo membantah Ustaz Abdul Somad (UAS) dideportasi.

Suryo mengatakan UAS bukan dideportasi, melainkan tidak mendapat izin masuk Singapura lantaran tidak memenuhi kriteria.

"Saya sudah minta penjelasan dari Immigration & Checkpoints Authority (ICA). Menurut mereka, ICA memang menetapkan not to land kepada UAS karena tidak memenuhi kriteria untuk eligible berkunjung ke Singapore," katanya saat dikonfirmasi AKURAT.CO, Selasa (17/5/2022).

Kendati demikian, pria yang biasa disapa Tommy itu mengatakan ICA tidak mau menjelaskan secara rinci mengapa ada pencekalan untuk UAS.

"ICA tidak mau menjelaskan kriteria yang mereka tetapkan. ICA juga tidak mau menjelaskan apakah UAS masuk blacklist mereka atau tidak. NTL umum dilakukan Imigrasi setiap negara," lanjutnya. []