Ekonomi

Karena Ini, Pertamina Dicap Jadi Perusahaan Terbesar di Indonesia Versi Fortune Indonesia

Perusahaan yang masuk dalam daftar ini tidak hanya terdiri dari perusahaan terbuka di Indonesia, namun juga tertutup

Karena Ini, Pertamina Dicap Jadi Perusahaan Terbesar di Indonesia Versi Fortune Indonesia
Ilustrasi Pertamina dicap jadi perusahaan terbaik di Indonesia (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Majalah Fortune Indonesia merilis daftar 100 perusahaan terbesar di Indonesia, yang dinilai berdasarkan pendapatan tahun fiskal 2021. Perusahaan yang masuk dalam daftar ini tidak hanya terdiri dari perusahaan terbuka di Indonesia, namun juga tertutup.

Pasalnya seiring dengan membaiknya perekonomian Indonesia pada 2021 yang tumbuh 3,69 persen (YoY). Total pendapatan dari seratus perusahaan yang masuk dalam daftar Fortune Indonesia 100 ini pun mencapai Rp4.381,41 triliun naik 20,62 persen dibandingkan tahun lalu.

Perusahaan yang bisa masuk dalam daftar ini harus memiliki pendapatan setidaknya Rp8,41 triliun, dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp6,5 triliun. Adapun PT Pertamina (Persero) menempati posisi pertama sebagai perusahaan terbesar Indonesia tahun 2022.

baca juga:

Posisi Pertamina disinyalir tak berubah sejak rilis Majalah Fortune Indonesia sebelumnya. Mengutip data Majalah Fortune Indonesia, Selasa (9/8/2022), Pertamina mencatatkan pendapatan hingga Rp820,650 miliar tahun 2021. Secara year on year tumbuh adalah 38,68 persen.

Dari jumlah tersebut Pertamina menghimpun laba bersih Rp29,191 miliar. Secara perhitungan laba, Pertamina berada di posisi ketiga, kalah dari kinerja BCA dan BRI.

Sementara aset Pertamina saat ini mencapai Rp1,113 triliun. Dalam hal ini perusahaan migas pelat merah menempati posisi kelima.

Perusahaan dengan aset terbesar adalah Bank Mandiri dengan total Rp1,725 triliun. Sementara itu, ekuitas Pertamina adalah Rp442,257 miliar dan menempati posisi kedua.

Pertamina hanya kalah dari PT PLN (Persero) dengan ekuitas Rp980,597 miliar. Adapun jumlah laba bersih terhadap pendapatan adalah 3,6 persen.

Laba bersih terhadap aset adalah 2,6 persen. Dan laba bersih terhadap ekuitas adalah 6,6 persen.