Ekonomi

Karena Ini, Elon Musk Tolak RUU Pengeluaran Sosial dan Iklim Joe Biden!

Miliarder Elon Musk memang selalu menjadi bahan perbincangan


Karena Ini, Elon Musk Tolak RUU Pengeluaran Sosial dan Iklim Joe Biden!
Elon Musk, bilioner AS dan CEO Tesla (REUTERS)

AKURAT.CO Miliarder Elon Musk memang selalu menjadi bahan perbincangan. Setelah heboh memiliki masalah tanggungan pajak lebih dari US$15 miliar (Rp213 triliun) hingga membuat dirinya harus rela menjual sebagian saham Tesla, kini Elon Musk kembali memberikan pernyataan mengejutkan.

CEO Tesla Elon Musk yang kini memiliki kekayaan nyaris menyentuh US$300 miliar (Rp4.260 triliun), pasalnya menentang RUU pengeluaran sosial dan iklim Presiden Joe Biden. Elon Musk khawatir akan terjadi defisit federal yang "gila".

“Sejujurnya, saya hanya akan menyelesaikan seluruh tagihan ini,” kata Elon Musk Senin malam selama KTT Dewan CEO The Wall Street Journal. “Jangan dilakukan, itu rekomendasi saya," melansir warta ekonomi.

Melansir CNBC International di Jakarta, Kamis (9/12/21) Build Back Better Act, yang telah disahkan di DPR namun belum masuk ke Senat, mencakup insentif pajak hingga US$12.500 (Rp179,5 juta) untuk kendaraan yang dibuat oleh anggota serikat pekerja mobil untuk memacu permintaan konsumen pada kendaraan listrik. Upaya administrasi Biden akan mengembalikan kredit federal US$7.500 (Rp107,7 juta) untuk Tesla yang merupakan standar kredit yang sama untuk banyak pembuat mobil lainnya.

Namun, Tesla telah beroperasi tanpa standar US$7.500 selama hampir dua tahun sekarang dan baik-baik saja, kata Musk. Build Back Better Act mengikuti RUU infrastruktur Joe Biden yang ditandatangani menjadi undang-undang bulan lalu. Anggaran tersebut termasuk US$7,5 miliar (Rp107,7 triliun) untuk membangun stasiun pengisian kendaraan listrik (EV) negara. Elon Musk juga mengatakan bahwa pendanaan pemerintah untuk pengisian EV tidak diperlukan.

“Apakah kami membutuhkan dukungan untuk SPBU? Tidak," kata Elon Musk. “Jadi tidak perlu dukungan untuk jaringan pengisian daya. Saya akan menghapusnya. Saya benar-benar mengatakan singkirkan semua subsidi, tetapi juga untuk minyak dan gas.”

Elon Musk mengatakan pemerintah harus bertindak lebih seperti wasit olahraga daripada pemain di lapangan. Namun, dia mengakui bahwa kota-kota AS membutuhkan bandara dan jalan raya yang lebih baik. Ini karena mobil self-driving yang Tesla coba kembangkan kemungkinan akan menghambat lalu lintas di jalan raya di masa depan.

“Saat kendaraan otonom muncul ke depan dan lebih mudah untuk dikendarai tanpa melalui rasa lelah karena harus mengemudi, itu akan menjadi salah satu transformasi terbesar yang pernah ada dalam peradaban manusia, dan akan ada lebih banyak mobil di dunia. Lalu lintas akan menjadi lebih buruk, ”kata Elon Musk.

Elon Musk bukanlah sosok yang setuju dengan mobil terbang. Karena ia merasa itu seperti 'helikopter beroda.' Sebaliknya, visi Elon Musk adalah menciptakan kombinasi jalan raya bertingkat dan terowongan untuk memberi ruang bagi lalu lintas yang mengalir lebih bebas di darat. Salah satu perusahaan rintisan Musk, The Boring Company membangun terowongan, sementara Tesla menyediakan mobil listrik yang mengangkut penumpang melaluinya.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.