News

Karena Hasutan Oknum Warga, Jenazah Pasien Lansia COVID-19 di Bantul Dimakamkan Tanpa Prokes

Oleh pihak rumah sakit yang sebelumnya melakukan penanganan, pasien lansia tersebut sudah dinyatakan terkonfirmasi COVID-19.


Karena Hasutan Oknum Warga, Jenazah Pasien Lansia COVID-19 di Bantul Dimakamkan Tanpa Prokes
Jenazah seorang lansia pasien COVID-19 di Bantul dimakamkan tanpa protokol kesehatan usai keluarga mendiang diduga diprovokasi warga di lingkungan tinggalnya. (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Jenazah seorang lanjut usia (lansia) pasien COVID-19 di Dusun Lopati, Trimurti, Srandakan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dimakamkan tanpa protokol kesehatan usai keluarga mendiang diduga diprovokasi warga di lingkungan tinggalnya.

Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Bantul Waljito menuturkan, peristiwa ini terjadi pada Selasa tanggal 1 Juni 2021, pukul 07.00 WIB.

"Alasan yang disampaikan bahwa jenazah itu akan dimakamankan dengan adat kebiasaan di sana dan juga dengan syariat Islam," kata Waljito saat ditemui di Mapolres Bantul, Rabu (2/6).

Padahal, kata Waljito, oleh pihak rumah sakit yang sebelumnya melakukan penanganan, pasien lansia tersebut sudah dinyatakan terkonfirmasi COVID-19.

"Kalau pemulasaran sudah jelas, dipulasara di rumah sakit. Sebetulnya keluarga (pasien) sudah menerima tetapi ketika sudah sampai di rumah diprovokasi oleh salah satu orang atau oknum dan beberapa masyarakat sehingga menolak (pemakaman) dengan prokes," urainya.

"Kalau alasannya terkait syariat, kita bisa membaca di fatwa MUI Nomor 18 tahun 2020 sudah jelas. Bahwa seluruh pemakaman terkait COVID-19 jika memang jenazah itu adalah positif maka harus menggunakan protokol kesehatan," sambungnya.

Lanjut Waljito, para relawan yang hendak mendampingi proses pemakaman juga tak diberikan akses menuju lingkungan tersebut. Pada akhirnya keluarga dan warga memakamkan jenazah secara mandiri dengan tanpa menerapkan protokol kesehatan, apalagi alat pelindung diri (APD) lengkap.

Prosesi pemakaman, bahkan kata Waljito, juga didahului acara layatan yang sarat akan pelanggaran protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19.

"Saya ada jejak digitalnya," sebutnya.

Karena Hasutan Oknum Warga, Jenazah Pasien Lansia COVID-19 di Bantul Dimakamkan Tanpa Prokes - Foto 1
Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Bantul Waljito saat ditemui di Mapolres Bantul, Rabu (2/6/2021). AKURAT.CO/Kumoro Damarjati

Waljito meyakini warga di lingkungan tempat tinggal pasien terlalu meremehkan risiko paparan COVID-19, bahkan cenderung tidak memercayai keberadaan virus ini.

Maka dari itu kedatangannya ke Mapolres Bantul adalah untuk meminta agar kepolisian menindaklanjuti peristiwa ini. Para relawan, hari ini secara resmi melaporkan oknum warga berinsial A yang kali pertama memaksakan prosesi pemakaman tanpa disertai protokol kesehatan.

"Kalau memang ini ada upaya tertentu dari oknum-oknum yang melalukan provokasi kemudian menciptakan narasi-narasi menyesatkan terkait kontra penanganan COVID-19 ini maka polisi berhak untuk menyelidiki. Karena kepolisian merupakan salah satu pilar gugus COVID-19 di bidang penegakan," ucapnya.

Ditegaskannya, pelaporan ini akan menjadi pembelajaran bagi masyarakat. Sementara pihaknya turut merekomendasikan Satgas COVID-19 di Srandakan melakukan tracing terhadap peserta layatan dan pemakaman demi mengantisipasi penyebaran virus lebih luas.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Bantul AKP Ngadi mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan ini. Kepolisian segera memintai keterangan para saksi dan mengumpulkan bukti.

Pemeriksaan akan menentukan ada tidaknya pelanggaran protokol kesehatan serta pasal yang dikenakan manakala terjadi perbuatan pidana berupa penghasutan.

"Akan kita dalami kasusnya seperti apa," sebutnya.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co