Ekonomi

Karena COVID-19, Jumlah Kunjungan Wisman April 2020 Turun 87,44 Persen


Karena COVID-19, Jumlah Kunjungan Wisman April 2020 Turun 87,44 Persen
Para penumpang saat menunggu kedatangan pesawat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Senin (23/12/2019). Puncak arus libur di Bandara Soetta akan jatuh pada 20 dan 29 Desember 2019, sedangkan puncak arus balik jatuh pada 5 Januari 2020. Selain itu, peningkatan jumlah penumpang pesawat diprediksi meningkat sebesar 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya atau sebanyak 3,48 juta penumpang (pada periode 19 Desember 2019-6 Januari 2020). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada April 2020 mengalami penurunan tajam yakni sebesar 87,44 persen menjadi 160 ribu kunjungan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 1,27 juta kunjungan akibat pandemi COVID-19.

"Dampak COVID-19 sungguh luar biasa pada sektor pariwisata. Penurunan kunjungan wisatawan mancanegara sudah dimulai sejak Februari, kemudian Maret, dan penurunan pada April semakin tajam," kata Kepala BPS Suhariyanto dilansir dari Antara, Rabu (3/6/2020).

Suhariyanto menyampaikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada April 2020 juga mengalami penurunan sebesar 66,02 persen jika dibandingkan Maret 2020. Jumlah ini terdiri atas wisman yang berkunjung melalui pintu masuk udara sebanyak 755 kunjungan, pintu masuk laut sebanyak 46,56 ribu kunjungan, dan pintu masuk darat sebanyak 112,73 ribu kunjungan.

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia yang datang melalui pintu masuk udara pada April 2020 mengalami penurunan sebesar 99,90 persen dibanding jumlah kunjungan wisman pada bulan yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan kunjungan wisman tersebut terjadi di seluruh pintu masuk udara. Persentase penurunan terendah tercatat di Bandara Soekarno-Hatta (Banten) sebesar 99,79 persen, diikuti Bandara Internasional Lombok (NTB) sebesar 99,81 persen, dan Bandara Ahmad Yani (Jawa Tengah) sebesar 99,82 persen.

Sementara itu Bandara Husein Sastranegara (Jawa Barat), Bandara Adisucipto (DI Yogyakarta), Bandara Sam Ratulangi (Sulawesi Utara), Bandara Minangkabau (Sumatera Barat), Bandara Sultan Syarif Kasim II (Riau), Bandara Supandio (Kalimantan Barat), Bandara Hasanuddin (Sulawesi Selatan), dan Bandara Sultan Badaruddin II (Sumatera Selatan) mengalami penurunan sebesar 100 persen.

"Hal ini karena hampir seluruh negara menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat akibat pandemi COVID-19," ujar Suharyanto.

Suharyanto menambahkan Indonesia perlu sebuah terobosan agar sektor pariwisata dapat kembali menggeliat di tengah tantangan pandemi yang terjadi.[]

Sumber: Antara