News

Kapolri Tegaskan Penyekatan Mudik Lebaran 2021 Demi Keselamatan Bersama

Pelarangan mudik lebaran 2021 karena alasan Covid-19


Kapolri Tegaskan Penyekatan Mudik Lebaran 2021 Demi Keselamatan Bersama
Sejumlah polisi memberhentikan pengemudi kendaraan yang tidak menerapkan jarak sosial di tol Jakarta-Cikampek, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Penyekatan akses transportasi tersebut untuk membatasi pemudik dari Jakarta yang hendak ke luar kota menggunakan mobil pribadi, angkutan umum, dan motor. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)

AKURAT.CO, Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral kesiapan menghadapi Idul Fitri 1442 Hijriah atau 2021, yang dihadiri oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan beberapa menteri serta Kapolda jajaran yang berlangsung secara virtual.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebutkan soal asas Salus Populi Suprema Lex Esto atau keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi terkait larangan mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri 2021. 

"Keselamatan rakyat sebagai hukum tertinggi atau Salus Supreme Lex Esto," kata Sigit dalam Rakor Lintas Sektoral di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (21/4/2021).

Mantan Kabareskrim Polri ini menjelaskan, asas tersebut menjadi dasar aparat kepolisian dalam pelarangan masyarakat yang hendak mudik lebaran ke kampung halaman. 

Menurut Sigit, kebijakan pelarangan mudik yang diputuskan pemerintah akan diimplementasikan oleh Polri bersama kementerian atau lembaga di lintas sektoral. Alasan pelarangan mudik untuk menekan laju penambahan angka virus corona atau Covid-19.  

Diketahui, sejumlah masyarakat dan seluruh pihak terkait telah di vaksin Covid-19. 

Dengan adanya pelarangan mudik, maka hal itu sesuai dengan semangat asas Salus Populi Suprema Lex Esto. Karena melakukan upaya untuk menyelamatkan orang banyak dari penyebaran virus corona. 

"Polri akan gelar operasi keselamatan dari 12 hingga 25 Mei atau selama 14 hari, untuk memberikan edukasi tidak melaksanakan mudik karena angka Covid-19 yang masih tinggi," ujar Sigit.

Selain itu, Sigit juga menginstruksikan seluruh jajarannya untuk melakukan Kegiatan Kepolisian yang ditingkatkan (KKYD) guna mengantisipasi dan mencegah terjadinya kejahatan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pada saat Ramadan dan Idul Fitri.

"Operasi KKYD angka kejahatan street crime, patroli skala besar, tempat interaksi masyarakat seperti terminal, aksi teroris di bulan Ramadaan untuk melaksanakan amaliah. Rekan-rekan Densus 88 tetap mengawasi," ucap Sigit.

Antisipasi kejahatan itu, lanjut jenderal polisi bintang empat ini, bisa melalui pendekatan Soft Approach dengan menggandeng para alim ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat. []

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu